Diperiksa KPK, Mantan Anggota DPRD Sumut Mengaku Terima Uang Ketok

Stepanus Purba ยท Senin, 16 April 2018 - 22:41:00 WIB
Diperiksa KPK, Mantan Anggota DPRD Sumut Mengaku Terima Uang Ketok
Mantan anggota DPRD Sumut Ristiawati menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa KPK di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (16/4/2018). (Foto: IST)

MEDAN, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap 22 mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (16/4/2018). Salah satu di antaranya Ristiawati dari Partai Demokrat.

Tidak seperti rekannya yang memilih menghindar saat ditemui wartawan, Ristiawati menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan awak media. Perempuan yang mengenakan jilbab merah maron dan berpakaian batik ini mengaku ditanya penyidik KPK terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut saat dia masih menjabat anggota DPRD Sumut.

“Saya datang menjadi saksi atas semua yang ditanyakan KPK terkait dana APBD. Pokoknya semua saya jelaskan. Saya mengakui sebagian, seperti bahwa adanya uang ketok,” ucap Ristiawati usai menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Polda Sumut.

Ketika ditanya, apakah dia sudah mengembalikan uang tersebut, Ristiawati menjawab ingin mengembalikannya. “Saya berniat untuk mengembalikan uang ketok tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyaK 22 orang mantan dan anggota DPRD Sumut, Senin (16/4/2018) dijadwalkan diperiksa KPK di Mako Brimob Polda Sumut. Mereka dimintai keterangan untuk 38 tersangka yang baru-baru ini ditetapkan KPK dalam kasus suap mantan gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

“Hari ini penyidik KPK akan lakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi yang merupakan anggota DPRD Sumut untuk 38 tersangka. Hal ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan terhadap sekitar 50 saksi sebelumnya,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan persnya yang diterima oleh iNews.id.

Pemeriksaan lanjutan terhadap saksi ini, kata Febri, untuk mendalami dan memilah dugaan penerimaan terhadap 38 mantan anggota DPRD Sumut yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Terutama, hubungannya dengan kewenangan dan periode jabatan masing-masing. Penerimaan suap diduga terkait dengan empat kondisi mulai dari persetujuan laporan pertanggungjawaban gubernur hingga membatalkan interpelasi DPRD.

“Kami ingatkan agar para tersangka dan saksi dalam kasus ini koperatif agar dapat dipertimbangkan sebagai faktor yg meringankan,” ujar Febri.


Editor : Maria Christina