Distigma Negatif, Pasien Sembuh dari Covid-19 Gugat Wali Kota Pematangsiantar Rp11 Miliar

Dharma Setiawan ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 23:49:00 WIB
Distigma Negatif, Pasien Sembuh dari Covid-19 Gugat Wali Kota Pematangsiantar Rp11 Miliar
Pasien sembuh dari Covid-19 di Kota Pematangsiantar mengajukan gugatan class action terhadap Wali Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Hefriansyah, senilai Rp11 miliar karena merasa menjadi korban stigma negatif dari masyarakat.

PEMATANGSIANTAR, iNews.id Pasien sembuh dari Covid-19 di Kota Pematangsiantar mengajukan gugatan class action terhadap Wali Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Hefriansyah, senilai Rp11 miliar karena merasa menjadi korban stigma negatif dari masyarakat. Namun, orang nomor satu di Pematangsiantar itu tidak hadir dalam sidang perdana yang digelar, Rabu (8/7/2020).

Sidang perdana gugatan class action yang dipimpin Majelis Hakim Ketua PN Pematangsiantar, Danar Dono, digelar di ruangan Kartika, PN Pematangsiantar. Tiga orang kuasa hukum penggugat hadir. Namun tergugat Wali Kota sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar, tidak hadir tanpa alasan jelas.

Para penggugat merupakan 10 mantan pasien positif Covid-19, warga gang Demak, Kota Pematangsiantar, yang sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi kurang lebih 28 hari.

Namun pasca kepulangan dari ruang isolasi, pasien menggugat Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah karena gugus tugas dinilai keliru dalam menetapkan seseorang sebagai pasien positif Covid-19. Bahkan menurut seorang pasien yang sudah sembuh, Abdul Wahid, selama dirinya dirawat, kurang mendapatkan pelayanan medis yang baik.

Warga Gang Demak, Kota Pematangsiantar, juga selama ini mendapat stigma negatif di masyarakat luas. Namun, tidak ada upaya yang dilakukan gugus tugas, seperti mengumumkan pasien yang telah sembuh.

Menurut kuasa hukum penggugat, Reinhard Sinaga, setelah dinyatakan sembuh, 10 orang warga yang berprofesi sebagai pedagang keliling, jualannya tidak laku. Pelanggan takut dengan stigma akan terkena virus corona.

“Bahkan seorang warga dipecat sebagai karyawan toko karena adanya stigma dirinya terpapar Covid-19,” ujar Reinhard.

Mantan pasien Covid-19 ini akhirnya menggugat kerugian imateriel senilai Rp11 miliar dan kerugian materiel sebesar Rp118 juta. Majelis hakim kemudian menunda sidang dan akan melanjutkannya pekan depan.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, Basarin Yunus Tanjung yang dikonfirmasi mengatakan, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah tidak hadir karena masih ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan.

“Sidang selanjutnya wali Kota akan hadir dengan memberikan kuasa kepada kepala bagian hukum Pemerintah Kota Pematangsiantar,” kata Basarin Yunus Tanjung.


Editor : InewsTv Henri