DPD PDI Sumut Ikut Laporkan Pembakar Bendera Partai ke Polisi, Ini Kata Pengamat

Stepanus Purba ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:35 WIB
DPD PDI Sumut Ikut Laporkan Pembakar Bendera Partai ke Polisi, Ini Kata Pengamat
Sejumlah pengurus dan kader PDIP saat melaporkan insiden pembakaran bendera ke Mapolda Sumut, Kamis (2/7/2020). (Foto: istimewa).

MEDAN, iNews.id - DPD Partai PDIP Sumatera Utara (Sumut) melaporkan insiden pembakaran bendara PDIP ke Polda Sumut beberapa waktu lalu. Langkah PDIP untuk melaporkan pelaku pembakaran bendera dinilai para pengamat merupakan langkah yang tepat.

Menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Marlon Sihombing mengatakan langkah PDIP menyerahkan kasus pembakaran bendera ke polisi adalah langkah terbaik dan patut diapresiasi. Langkah tersebut dinilai mampu meredam reaksi berlebihan dari kader PDIP yang tersulut pascapembakaran bendara.

"Menurut saya ini merupakan jalan paling baik, elite partai PDIP dapat menahan emosi kadernya hingga akar rumput dan tersulut akibat insiden itu," kata Marlon, Sabtu, (4/7/2020).

Menurut Marlon, PDIP menjalankan fungsi parpol sebagai salah satu pilar demokrasi untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Dia menilai, insiden pembakaran bendera merupakan hal yang sudah diskenariokan untuk memancing kemarahan.

"Saya kira langkah ini dapat ditularkan kepada elite politik lainnya dan kepada seluruh elemen bangsa. Semua kita harus cermat menanggapi insiden ini, jangan terpancing dan tetap menaruh rasa hormat," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Dekan FISIP Universitas Medan Area (UMA) Heri Kusmanto. Bagi Heri, langkah hukum tersebut menunjukkan sebuah kedewasaan berpolitik.

"Berpolitik juga memerlukan supremasi hukum, bila hukum tidak tegak maka demokrasi mengalami pembusukan," katanya.

Demokrasi, kata Heri adalah mengenai kebebasan menyampaikan pendapat, namun tetap dipayungi hukum dengan asas kesamaan di hadapan hukum.

"Di dalam berdemokrasi kita perlu sikap kedewasaan, tak perlu laga otot maupun adu kekuatan. Kita harus menghindari konflik horizontal termasuk fisik karena kemacetan dalam berdemokrasi," katanya.

Heri juga berharap langkah tersebut menjadi tradisi yang patut dicontoh segenap elite politik lainnya. Terlebih menurut Heri, situasi pandemi Covid -19 ini, mestinya membuat seluruh elemen bangsa, bersatu, bersinergi menghadapi segala tantangan.

"Kita sedang menghadapi situasi krisis akibat pandemi ini, kita menghadapi masalah ekonomi, masalah sosial lainnya yang harus dihadapi bersama," katanya.

sebelumnya, delegasi DPD PDIP Sumut yang dipimpin Sekretaris DPD PDIP Sumut, Sutarto melaporkan pelaku pembakaran bendera partai ke Polda Sumut. Sutarto mengatakan, pihaknya menyampaikan laporan dan memberikan dukungan kepada kepolisian untuk memproses hukum terkait pembakaran bendera PDIP yang terjadi pada aksi tolak RUU HIP di Jakarta ,Rabu (24/6/2020) lalu.

Dikatakan Sutarto, tim juga melaporkan empat akun facebook yang dinilai melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap PDIP.

"Sebagaimana perintah Ketua Umum, Megawati Soekarnoputridalam menyikapi pembakaran bendera partai, seluruh struktur partai untuk mengambil langkah-langkah hukum. Hal ini sebagai bukti bahwa PDIP adalah organisasi partai politik yang taat hukum dan menjunjung tinggi supremasi hukum," ujarnya.


Editor : Stepanus Purba