USU Dukung Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim Buka Program Studi Kelapa Sawit

Stepanus Purba · Selasa, 28 Januari 2020 - 11:34:00 WIB
USU Dukung Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim Buka Program Studi Kelapa Sawit
Rektor USU Runtung Sitepu. (Foto: dok iNews)

MEDAN, iNews.idUniversitas Sumatera Utara (USU) mendukung empat kebijakan Kampus Merdeka yang dicetuskan Mendikbud Nadiem Makarim. Salah satunya membuka program studi baru.

Rektor USU Prof Runtung Sitepu mengatakan, setelah mempertimbangan dan melihat kebutuhan pasar, maka USU mempersiapkan pembukaan Program Studi Kelapa Sawit.

“Pertimbangan dibukanya program studi ini karena faktor historis. Provinsi Sumut dikenal sebagai daerah yang pertama kali mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Pulau Sumatera,” ujar Runtung, Selasa (28/1/2020).

Dia menegaskan, secepatnya USU akan menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha yang telah menjalin kerja sama melalui penandatanganan MoU. Seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Hal itu dilakukan untuk mendiskusikan langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam merealisasikan kebijakan pertama tersebut.

“Pertama-tama tentu kami akan melakukan inventarisasi SDM di fakultas terkait dengan melibatkan GAPKI dan sejumlah pakar yang ada di PPKS. Sinergi ini nantinya akan bekerja sama untuk menyusun kurikulum serta inventarisasi sumber daya dan fasilitas yang mendukung pembukaan prodi tersebut,” katanya.

Untuk poin kebijakan kedua dan ketiga, USU juga menyambut baik pelaksanaannya karena dipandang mampu menghemat waktu dan biaya yang sebelumnya diperlukan dalam melakukan proses akreditasi maupun re-akreditasi. USU yang telah berstatus sebagai PTN BH sejak 2003 dan meraih akreditasi A sejak 2018, juga mendapat kemudahan dengan penerapan kebijakan tersebut.

“Dengan berlakunya kebijakan re-akreditasi otomatis, maka seluruh waktu, tenaga dan biaya yang selama ini dihabiskan untuk mengurus akreditasi dapat dialihkan kepada pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi lainnya,” kata Rektor.

Adapun untuk poin terakhir di mana mahasiswa diberikan hak untuk mengambil mata kuliah di luar prodi, Rektor memandangnya sangat baik untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi lain.

Menurutnya, hal tersebut akan segera disosialisasikan ke seluruh program studi yang ada di lingkungan USU agar kebijakan yang diambil nantinya dapat satu persepsi dengan seluruh unit kerja dan prodi. Sosialisasi ini penting untuk menyusun peta kebijakan mengenai prodi-prodi yang SKS-nya dapat disatukan agar tidak menyimpang dari kompetensi utama.

“Untuk kebijakan ini kita memang harus hati-hati sekali. Akan dicari prodi-prodi yang sesuai agar kebijakan berjalan secara terencana dan tidak serampangan. Karena kami paham betul, apa yang telah diputuskan Mendikbud tidak lain untuk menghasilkan lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar di era milenial,” ujar Rektor.

Diketahui, keempat kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yakni kemudahan untuk membuka program studi baru, perubahan sistem akreditasi perguruan tinggi, kemudahan untuk mendapatkan status perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN BH) dan hak belajar tiga semester di luar program studi.

Editor : Donald Karouw