Geger, PNS Kejaksaan Ditemukan Tewas dalam Parit di Deliserdang 

Adi Palapa Harahap · Kamis, 24 September 2020 - 09:57 WIB
Geger, PNS Kejaksaan Ditemukan Tewas dalam Parit di Deliserdang 
Polisi saat identifikasi mayat korban dan olah TKP di lokasi penemuan mayat PNS Kejaksaan. (foto: iNews/Adi Palapa Harahap)

DELISERDANG, iNews.id - Penemuan mayat dalam parit gegerkan warga Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (23/9/2020) malam. Korban diketahui merupakan seorang PNS Kejaksaan.

Pantauan iNews di lokasi kejadian, tampak warga berkerumun untuk melihat jasad korban. Saat diperiksa identitasnya, ditemukan kartu pengenal korban bernama Hidayat, warga Jalan karya Bhakti, Kecamatan Medan Tembung. Dia bekerja sebagai pegawai Kejaksaan di Rantauprapat.

Belum diketahui pasti penyebab kematian korban. Dugaan sementara, korban depresi dan jatuh ke dalam parit tanaman ubi dengan kedalaman tiga meter.

Keterangan saksi, korban awalnya terlihat berlari seperti orang ketakutan dengan meninggalkan motornya lalu masuk ke areal tanah garapan perladangan ubi milik warga. Sambil berlari, korban sempat membaca ayat Alquran dengan memegang batu kemudian melompat ke parit namun terpeleset hingga jatuh kecebur.

"Bapak itu dari atas lari lalu masuk ke ladang ubi. Kemudian tiba-tiba melompat ke dalam parit. Warga di sini bergegas menolong, namun korban sudah meninggal saat diangkat," ujar Sugiono warga setempat, Rabu (23/9/2020) malam.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. Selanjutnya, anggota Polsek Percut Sei Tuan bersama Inafis Polrestabes Medan datang ke lokasi dan melakukan olah TKP serta mengevakuasi mayat korban.

"Kalau soal penyebab kematian kami tidak tahu, itu ranahnya polisi. Kami evakuasi sudah dalam kondisi meninggal," katanya

Hasil identifikasi sementara, tidak ditemukan ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Kemudian jenazah dibawa ke rumah duka karena keluarga korban menolak untuk diautopsi.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari polisi setempat. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengetahui motif kejadian yang sebenarnya.


Editor : Donald Karouw