Gelar Operasi Patuh Toba 2020 di Hari ke-11, Polda Sumut Tangani 1.395 Perkara

Stepanus Purba ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 19:05 WIB
Gelar Operasi Patuh Toba 2020 di Hari ke-11, Polda Sumut Tangani 1.395 Perkara
Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan (Foto: iNews.id/Stepanus Purba )

MEDAN, iNews,id - Operasi Patuh Toba 2020 sudah 11 hari dilaksanakan oleh Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Polres jajaran. Selama 11 hari menggelar operasi, petugas sudah menangani 1.395 pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara.

Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan hingga Minggu (2/8/2020), Polda Sumut sudah menangani 1.395 perkara dengan rincian 1.077 dilakukan tindakan teguran dan 318 dikenakan tindakan tilang.

Untuk jenis pelanggaran beragam, mulai dari tidak menggunakan helm SNI sebanyak 150 perkara, melawan arus 45 perkara.

"Menggunakan hp saat berkendara ada satu kasus, pengendara di bawah umur ada 14 perkara, muatan lebih ada 30 perkara dan lainnya ada 78 perkara," kata Nainggolan, Senin (3/8/2020).

Sementara hingga hari ke-11 operasi Patuh Toba, Polda Sumut mencatat terdapat 7 kasus kecelakaan lalu lintas.

"Di mana satu meninggal dunia, enam luka berat dan tujuh luka ringan. Dalam kecelakaan ini diperkirakan kerugian materi Rp 4 juta 600 ribu," katanya.
Dalam pelaksanaan operasi Patuh Toba 2020 yang dilaksanakan Polda Sumut dan jajaran, melibatkan dari satuan tugas Polda dan satuan tugas wilayah.

Adapun jumlah personel yakni 1.295 orang dalam Ops Patuh Toba 2020, terdiri satuan tugas Polda 100 dan satuan tugas wilayah, 1.195.

Lanjut Nainggolan, Ops patuh Toba digelar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah provinsi Sumatera Utara.

"Dalam kegiatan ini mengedepankan preemtif dan preventif dan penindakan hukum untuk meningkatkan simpati masyarakat terhadap polisi Lalu lintas dalam rangka pencegahan/penularan Covid-19. Dalam pelaksanaan Ops Patuh Toba 2020 itu, kita juga didukung instansi terkait," kata Nainggolan.

Lanjutnya, untuk target kegiatan, adalah menurunnya titik lokasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

"Tetap mempedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara preemtif, preventif dan persuasif yang humanis," ucapnya.


Editor : Stepanus Purba