Gerbang Tani Desak Menteri Agraria Tuntaskan Masalah Petani Sei Mencirim-Simalingkar dengan PTPN II

Stepanus Purba ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 10:45:00 WIB
Gerbang Tani Desak Menteri Agraria Tuntaskan Masalah Petani Sei Mencirim-Simalingkar dengan PTPN II
Ratusan Petani dari STMB dan SPSB saat menempuh perjalanan kaki dari Kota Medan, Sumatera Utara menuju Ibu Kota Negara Jakarta. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id- Dewan Pimpinan Nasional Gerbang Tani mendesak Kementerian Agraria dan Tata Ruang-Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) segera menuntaskan persoalan agraria antara petani dua desa yakni Desa Simalingkar dan Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang dengan PTPN I. Apalagi persoalan ini sudah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua DPN Gerbang Tani Idham Arsyad mengatakan Jokowi sudah menerima perwakilan petani Sei Mencirim dan Simalingkar terkait konflik agraria di kedua desa tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi memerintahkan Menteri ATR-BPN, Sofyan Djalil untuk menyelesaikan konflik petani dengan PTPN II.

"Presiden memerintahkan kepada Menteri ATR BPN untuk secepatnya menyelesaikan konflik petani Simalingkar dan Sei Mencirim dengan PTPN II," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Idham Arsyad mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang memfasilitasi para petani untuk bertemu dengan Presiden secara virtual.

"Kami mengapresiasi Menteri Sekretariat Negara Pratikno yang ikut serta mendampingi dan mengawal pertemuan antara perwakilan petani, Menteri ATR BPN, Kepala KSP Moeldoko dengan Presiden agar segera mendapatkan solusi yang adil demi terciptanya ketahanan pangan pada pascamusibah pandemi corona ini," tuturnya.

Pihaknya berharap Menteri ATR-BPN segera menjalankan reforma agraria sejati di atas tanah-tanah masyarakat yang diklaim oleh PTPN dan Perhutani di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, sebanyak 150 petani yang tergabung dalam Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) dan Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) melakukan aksi jalan kaki selama lebih dari 48 hari menuju Kota Jakarta. Setelah menempuh jarak 1.800 km dari Medan, para petani tiba di Jakarta, Jumat (8/8/2020).

Dewan Pembina SPSB Aris Wiyono menambahkan, aksi jalan kaki ini dipilih oleh petani untuk mengadukan konflik yang mereka hadapi kepada Presiden. Pasalnya berbagai upaya penyelesaian yang mereka lakukan di tingkat kabupaten dan provinsi tidak kunjung membuahkan hasil. Bukannya mendapatkan penyelesaian, para petani yang bertahan mendapatkan ancaman akan digusur oleh PTPN II.

Konflik antara petani dua desa dengan PTPN II ini terjadi di atas tanah seluas 1.704 dengan rincian 854 hektare terjadi di Desa Simalingkar dan 850 hektare di Desa Sei Mencirim.

Pada Kamis (27/8/2020) lalu, perwakilan petani bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang dijembatani oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kantor Sekretariat Negara. "Presiden mendengarkan keluhan-keluhan dan paparan paparan kasus serta konflik yang terjadi di lapangan, dan memerintahkan kepada Menteri ATR-BPN Sofyan A. Djalil agar secepatnya dan dalam waktu yang sesingkat singkatnya untuk segera menyelesaikan tuntutan petani Simalingkar dan Sei Mencirim tersebut," katanya.

Editor : Stepanus Purba

Bagikan Artikel: