Gugup saat Melawan Arus Lalu Lintas, Pengendara Motor Tewas Digilas Truk di Medan

Yudha Bahar ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 15:43 WIB
Gugup saat Melawan Arus Lalu Lintas, Pengendara Motor Tewas Digilas Truk di Medan
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan di Jalan Platina Raya, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumut, Rabu (24/6/2020). (Foto: iNews/Yudha Bahar)

MEDAN, iNews.id – Seorang pengendara motor tewas digilas truk saat mencoba menyeberang dengan melawan arah lalu lintas di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (24/9/2020). Korban berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan masih remaja itu langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Remaja perempuan itu ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan sedangkan sepeda motor matik BK 5440 AHA yang dikendarainya juga rusak parah. Kepala korban luka parah hingga darahnya berceceran di jalan setelah terlindas truk kontainer di Jalan Platina Raya, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Marelan.

Kecelakaan lalu lintas ini sempat mengundang keramaian warga. Menurut saksi mata, korban yang tidak membawa identitas tersebut diduga gugup saat akan menyeberang jalan. Dia datang dari arah berlawanan menuju Medan Marelan.

Korban yang melihat kondisi jalan sempit dan banyak truk lewat tampak gugup dan ragu-ragu melintas. Saat itu pula, korban yang mengendarai sepeda motor matik malah terjatuh dan masuk ke kolong truk. Dalam waktu seketika, sepeda motor dan korban terlindas ban belakang truk kontainer.

“Dia melawan arah tadi. Karena gugup melihat truk-truk yang lewat, dia jatuh. Pas jatuh, langsung ditabrak truk dan masuk ke kolong truk,” kata saksi mata, Arif Siregar.

Petugas Satlantas Polres Pelabuhan Belawan yang mendapat informasi kecelakaan dari warga segera ke lokasi kejadian. Polisi langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Akibat kecelakaan tersebut, lalu lintas dari arah Pelabuhan Belawan menuju Kota Medan sempat mengalami kemacetan selama satu jam. Warga sekitar beramai-ramai ke TKP menyaksikan proses evakuasi korban.


Editor : Maria Christina