Ingin Mengadu ke Presiden, Seratusan Petani Sumut Jalan Kaki dari Medan ke Jakarta

Sadam Husin ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 13:33 WIB
Ingin Mengadu ke Presiden, Seratusan Petani Sumut Jalan Kaki dari Medan ke Jakarta
Rombongan petani yang menggelar aksi jalan kaki dari Medan menuju Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Jokowi. (Foto: iNews/Sadam Husin)

DELISERDANG, iNews.id - Seratusan petani yang bergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu membulatkan tekad untuk meminta keadilan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka melakukan aksi jalan kaki dari Medan menuju Istana Negara di Jakarta.

Berdasarkan peta google, jarak dari Medan ke Jakarta mencapai kurang lebih 1.813 Kilometer (Km). Bila menempuh dengan berjalan kaki, membutuhkan waktu 365 jam atau selama 15 hari penuh.

Pantauan iNews, rombongan ini melintas di Deliserdang dengan memakai pakaian merah dan topi petani pada Sabtu (27/6/2020) dini hari. Mereka berjalan kaki untuk meminta keadilan lantaran digusur paksa dari tempat tinggal dan lahan yang telah dikelola sejak 1951. Hal ini buntut sengketa lahan seluas 854 hektare antara Serikat Petani Simalingkar Bersatu dengan PTPN II.

"Kami ingin ke Istana Presiden sehubungan dengan konflik agraria di Sumut dan menuntut hak kami. Kami merasa terzolimi, terintimidasi, tempat tinggal dan lahan kami diserobot dengan alat berat, " ujar Koordinator aksi Sulaiman Sembiring, sabtu (27/6/2020).

Dia mengaku para petani sangat terdampak karena pengusuran di tengah kondisi pandemi Covid-19. Kondisi ekonomi mereka kian sulit karena juga harus membiayai sekolah anak.

"Kami berharap Bapak Presiden Jokowi dapat segera menyelesaikan konflik agraria ini dan pro terhadap rakyat kecil," katanya.

Harapan para petani, mereka dapat bertemu Presiden Jokowi dan membantu menyelesaikan permasalahan agraria, khususnya di Sumut. Selama ini, mereka menilai Pemprov Sumut belum bisa menyelesaikan masalah sengketa tanah.

Segala upaya telah dilakukan para petani dengan mengadu ke DPRD Sumut, bahkan menghadap langsung gubernur. Namun mereka mengaku belum ada reaslisasi sehingga membulatkan tekad melakukan aksi jalan kaki tersebut.


Editor : Donald Karouw