Insiden Wiranto Ditusuk, Polisi Menduga Abu Rara Terpapar Paham Radikal saat Merantau ke Jawa

Aminoer Rasyid ยท Sabtu, 12 Oktober 2019 - 09:55 WIB
Insiden Wiranto Ditusuk, Polisi Menduga Abu Rara Terpapar Paham Radikal saat Merantau ke Jawa
Identitas pelaku teror penyerang Wiranto di Pandeglang. (Foto: Istimewa).

MEDAN, iNews.id - Polisi menduga terduga teroris yang menyerang Menko Polhukam, Wiranto, di Kabupaten Pandeglang, Banten, terpapar paham radikal saat merantau ke Pulau Jawa. Sebab, tidak ada indikasi dari keluarga pelaku di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), memiliki ideologi mencurigakan.

"Tidak ada indikasi di keluarganya. Faktanya seperti itu, ada kemungkinan pelaku ini terpapar paham radikalisme saat merantau ke Jawa," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, kepada wartawan di Kota Medan, Sabtu (12/10/2019).

Dia mengatakan, dari keterangan keluarga di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, pelaku Syahrial Alamsyah sudah lama tidak mendatangi kampung halamannya di Kota Medan. Cerita dari kakak iparnya, dia merantau ke Pulau Jawa, dan tidak pernah lagi berkomunikasi dengan keluarga.

Menurut Agus, pelaku yang dikenal dengan nama Abu Rara ini terakhir kali menginjakkan kaki di Kota Medan pada 2017 lalu, saat kakak kandungnya meninggal dunia.

"Kami memang tidak bisa mengelak kalau yang bersangkutan berasal dari Sumut. Tapi sudah lama dia tidak mendatangi lagi kampung halamannya, dan pergi merantau ke Jawa," ujar Agus.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto. (Foto: iNews).

Sebelumnya, polisi mendatangi rumah kakak ipar pelaku Abu Rara pada Jumat (11/10/2019) kemarin. Dari hasil pemeriksaan, petugas menyimpulkan kalau tindakan pelaku menyerang Menko Polhukam Wiranto tidak ada kaitannya dengan pihak keluarga yang ada di Medan.

Selain itu, kakak ipar dari terduga teroris Syahril Alamsyah, Risnawati mengatakan, dia tidak tahu keberadaan adik iparnya tersebut selama ini. Pelaku pun tidak pernah memberikan kabar, serta menjalin hubungan baik dengan pihak keluarga setelah kakak kandungnya yang merupakan suami Risna meninggal dunia.

"Tidak pernah ada kabarnya lagi. Saya baru tahu ketika ada berita di TV," kata Risna.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal