Jaringan Pengedar Ratusan Pil Ekstasi di Labuhanbatu Diungkap Polisi, 4 Orang Diamankan

Stepanus Purba ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 14:38 WIB
Jaringan Pengedar Ratusan Pil Ekstasi di Labuhanbatu Diungkap Polisi, 4 Orang Diamankan
Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu saat memberikan keterangan pengungkapan jaringan pengedar ekstasi di Labuhanbatu, Rabu (24/6/2020). (Foto: istimewa)

LABUHANBATU, iNews.id – Personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu mengungkap jaringan pengedar ekstasi di Kabupaten Labuhanbatu. Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap empat orang tersangka dan 976,5 pil ekstasi berbagai bentuk siap edar.

Kasat Narkoba Polres Labuhan Batu, AKP Martualesi Sitepu mengatakan penangkapan berawal saat petugas mengamankan empat orang di Cafeku, Jalan Bypass, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Selasa (23/6/2020). Dari kafe tersebut, petugas menangkap Hery Syahputra alias Kadeng (33) serta tiga orang teman wanitanya yakni Suryani (29), Emilia Rambe (28), dan Sani Mariani Simanungkalit (30).

“Saat penangkapan keempatnya, petugas berhasil menyita lima setengah butir pil esktasi yang dibalut dengan tisu serta lima unit handphone,” kata Martualesi, Rabu (24/6/2020).

Saat diperiksa terkait kepemilikan ekstasi tersebut, tersangka Emilia Rambe mengaku barang tersebut merupakan milik tersangka Hery Syahputra. Mendapatkan informasi berharga, petugas kemudian bergerak menuju rumah Hery di Perlayuan, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu.

“Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti satu set bong,” kata Martualesi.

Selanjutnya, petugas bergerak menuju rumah Emilia Rambe di Aek Tapa, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu.

“Saat digeledah, petugas mendapatkan 11 butir pil ekstasi yang dibungkus dalam plastik klip,” ucapnya.

Tak berhenti di situ, petugas kemudian memeriksa keempatnya tersangka. Dari hasil pemeriksaan, tersangka Hery Syahputra mengaku masih menyimpan ekstasi di rumahnya.

“Petugas kembali bergerak ke rumah Hery Syahputra di Perlayuan. Dalam penggeledahan, petugas menemukan 960 pil esktasi dalam bungkusan plastik yang disimpan di atas asbes kamar mandi,” kata Martualesi.

Dari hasil pemeriksaan, Hery diketahui merupakan pemasok ekstasi kepada tersangka Emilia Rambe. Kepada Emilia, Hery menjual barang tersebut seharga Rp160.000 per butirnya. Emilia kemudian menjual kembali ekstasi tersebut seharga Rp200.00 perbutirnya.

“Sedangkan tersangka Suryani dan Sani berlangganan ekstasi ke Emilia Rambe,” kata Martualesi.

Akibat perbuatannya, tersangkan Hery Syahputra dan Emilia Rambe akan dijerat dengan pasal 114 subsider 112 UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

“Sedangkan Suryani dan Sani dijerat dengan pasal 112 subsider 127 UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” ucapnya.


Editor : Stepanus Purba