Jengkel Kinerja Menteri Biasa, Jokowi: Untuk 267 Juta Rakyat, Saya Bisa Saja Reshuffle

Suparjo Ramalan ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 20:12 WIB
Jengkel Kinerja Menteri Biasa, Jokowi: Untuk 267 Juta Rakyat, Saya Bisa Saja Reshuffle
Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo jengkel melihat kinerja para menteri yang menganggap situasi pandemi Covid-19 biasa-biasa saja. Jokowi menegaskan agar para jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju memiliki kepekaan krisis di tengah pandemi.

Dia memerintahkan jajarannya untuk membuat terobosan. Presiden mengatakan, pejabat negara harus bertanggung jawab kepada 267 juta rakyat Indonesia yang berjuang keras menghadapi kesulitan. Dia siap melakukan apa pun demi rakyat.

"Kalau minta Perppu lagi, saya buatin Perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup, asal untuk rakyat, asal untuk negara, saya pertaruhkan reputasi politik saya," katanya saat sidang kabinet pada 18 Juni 2020 yang diunggah lewat YouTube, Minggu (28/6/2020).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta kepada menteri untuk berbuat hal serupa. Dia kecewa masih banyak menteri yang bekerja biasa-biasa saja, tanpa merasakan suasana krisis.

Presiden mengatakan, dirinya terbuka melakukan berbagai langkah-langkah luar biasa (extraordinary). Langkah itu, kata dia, bermacam-macam, termasuk politik.

"Untuk 267 juta rakyat, bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya, entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," katanya.

"Kita harus ngerti ini, jangan biasa-biasa saja, jangan linier, jangan menganggap ini normal, bahaya sekali kita. Saya melihat banyak kita yang menganggap ini normal," katanya.

Presiden menekankan kepada menteri harus bekerja keras karena pandemi Covid-19 sangat berat. Dia meminta semua menteri mengambil kebijakan dengan perasaan atau suasana krisis.

"Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja, menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini," katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu melihat tidak ada suasana krisis dalam pengambilan kebijakan untuk mengatasi dampak Covid-19.

"Saya lihat masih banyak kita ini yang seperti ini biasa-biasa saja, saya jengkelnya di situ, ini apa enggak punya perasaan, suasananya krisis," ucapnya.


Editor : Maria Christina