Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Kembali Meningkat Hingga 64 Orang

Stepanus Purba · Sabtu, 27 Juni 2020 - 02:35 WIB
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Kembali Meningkat Hingga 64 Orang
Pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh disambut hangat para tim medis. (Foto: SINDOnews)

MEDAN, iNews.id – Jumlah pasien Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) yang dinyatakan sembuh kembali bertambah, Jumat (26/6/2020). Jika sehari sbelumnya, Kamis (25/6/2020), pasien sembuh bertambah 18 orang, kini meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 64 orang. Sehingga, saat ini tercatat ada 355 pasien sembuh dari Covid-19 yang meningkat drastis dari angka 291 sehari sebelumnya.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut Aris Yudhariansyah mengatakan, pasien tersebut dinyatakan sembuh setelah menjalani karantina dan perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang telah disiapkan Pemeritah Provinsi (Pemprov) Sumut. Mereka dinyatakan sembuh dari Covid-19 berdasarkan uji swab PCR.

“Alhamdulillah, semakin hari pasien sembuh terus bertambah. Seperti hari ini ada sebanyak 64 orang, tiga kali lipat bahkan lebih dari pasien sembuh kemarin. Semoga kabar bahagia ini memberi kita semangat untuk lebih ketat lagi dalam menjalankan protokol kesehatan dan menekan penyebaran Covid-19 di Sumut,” kata Aris Yudhariansyah saat konferensi video perkembangan Covid-19 secara live di Media Center, Jumat (26/6/2020).

Pandemi Covid-19 yang saat ini masih menjadi permasalahan di berbagai negara merupakan penyakit yang masih terbilang baru. Perlu diingat bahwa virus ini baru diidentifikasi sekitar enam bulan yang lalu, tentunya masih banyak hal yang perlu digali dan dikaji untuk lebih mudah menekan angka penyebarannya.

“Namun, untuk saat ini ada beberapa hal terkait adaptasi dan kebiasaan baru yang wajib diterapkan dalam keseharian masyarakat untuk memperkecil kemungkinan terinfeksi Covid-19,” ucap Aris.

Kebiasaan-kebiasaan baru yang perlu untuk selalu diingat dan dinilai memiliki dampak terbesar terhadap penurunan risiko penularan Covid-19 yakni menjaga jarak, memakai masker, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Menurut Aris, dari fakta yang dilakukan setiap melakukan penyelidikan epidemiologi, faktor utama yang yang menyebabkan penularan biasanya tidak menjalankan kebiasaan-kebiasaan tersebut.

“Untuk itu, kita tidak boleh lagi sepele dengan merasa aman tidak pakai masker kemana-mana, tidak jaga jarak dan tidak taat protokol kesehatan. Apabila kita laksanakan ini secara serentak dan terus-menerus, ini akan menjadi kekuatan besar kita dalam mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Aris.

Menghadapi adaptasi kebiasaan baru dengan situasi pandemi ini, Aris juga menyampaikan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pengelola kantor, gedung pertemuan atau pusat perbelanjaan bahkan di rumah adalah memastikan ketersediaan ventilasi atau saluran udara yang baik. Selain memperoleh kualitas udara yang baik, ventilasi juga menjadi sarana sinar matahari masuk. Sinar ultraviolet dapat menurunkan risiko penyakit gangguan pernapasan.

Diakhir, Aris pun mengingatkan agar masyarakat senantiasa mengikuti perkembangan penanganan Covid-19 dari sumber-sumber terpercaya. Sehingga tidak terdapat simpang siur informasi yang malah turut memperkeruh suasana di tengah kondisi Covid-19 saat ini.

Aris juga menyebutkan, hingga tanggal 26 Juni 2020 pukul 16.00 WIB terdapat 191 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 1.370 pasien positif, 87 pasien meninggal dan 355 pasien sembuh.


Editor : Kastolani Marzuki