Kapal Mati Mesin, 39 Wisatawan Terombang-Ambing 3 Jam di Perairan Pulau Mursala

Raymond ยท Senin, 22 Juni 2020 - 09:28 WIB
Kapal Mati Mesin, 39 Wisatawan Terombang-Ambing 3 Jam di Perairan Pulau Mursala
Para wisatawan saat dievakuasi ke Pelabuhan Perikanan Nusantara, Sarudik, Tapanuli Tengah. (Foto: iNews/Raymond)

Kapal Mati Mesin, 39 Wisatawan Terombang-ambing 3 Jam di Perairan Pulau Mursala

SIBOLGA, iNews.id - Kapal berisi 39 wisatawan dievakuasi Tim SAR Sibolga dari Kapal Motor Doa Pama di Kawasan Perairan Pulau Mursala, Minggu (21/6/2020). Mereka sempat terombang-ambing di tengah lautan selama kurang lebih tiga jam akibat kerusakan mesin kapal.

Sebelumnya, wisatawan ini rencananya akan berkunjung ke Kepulauan Kalimantung, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Namun dalam pelayaran, kapal mengalami kerusakan akibat gelombang tinggi hingga mengakibatkan mereka terombang-ambing di Kawasan Perairan Pulau Mursala. Penumpang yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak serta beberapa laki-laki dewasa itu selanjutnya dibawa ke Kapal KM Nakula milik Pos SAR Sibolga menuju ke Pelabuhan Perikanan Nusantara, Sarudik, Tapanuli Tengah.

Kondisi kesehatan seluruh wisatawan yang dievakuasi ini dalam kondisi baik. Semua penumpang dalam kapal tersebut selamat.

Abdi Tanjung salah seorang wisatawan yang dievakuasi mengatakan, semula mereka berangkat dari salah satu tangkahan di Kota Sibolga dalam keadaan normal menuju ke Pulau Kalimantung. Jarak tempuhnya sekitar tiga jam dari Kota Sibolga.

“Baru 1,5 jam jalan di tengah perjalanan tiba-tiba saja mesin Kapal KM Doa Pama mengalami kerusakan dan tidak bisa lagi beroperasi,” katanya, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, untuk menyelematkan anak-anak dan para wanita dalam rombongan, mereka meminta pertolongan kepada sebuah kapal tempel yang kebetulan melintas di lokasi kejadian untuk dibawa ke pulau terdekat.

“Ini dikarenakan cuaca semakin buruk dan disertai gelombang tinggi. Kami bertahan selama kurang lebih tiga jam di lautan akhirnya pertolongan pun tiba,” ujarnya.

Petugas Pos SAR Sibolga Arianto Telambenua mengungkapkan, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat meski kapal terus diterjang ombak dan angin kencang.

“Tadi ada 39 orang yang kami evakuasi. Kesulitan kami saat evakuasi karena kapal ini tidak ada GPS sehingga kami terkendala memantau lokasinya," kata Arianto.


Editor : Donald Karouw