Kapolda: Hasil Autopsi Hakim PN Medan Jamaluddin Tewas Bukan Diracun

Aminoer Rasyid ยท Rabu, 04 Desember 2019 - 23:30 WIB
Kapolda: Hasil Autopsi Hakim PN Medan Jamaluddin Tewas Bukan Diracun
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat membeberkan hail autopsi hakim PN Medan Jamaluddin. (Foto: iNews/Aminoer Rasyid)

MEDAN, iNews.id – Hasil autopsi tim Laboratirum Forensik (Labfor) Polda Sumut mengungkapkan tewasnya hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin bukan karena diracun.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, setelah diperiksa cairan lambung korban oleh tim labfor tidak ditemukan cairan berbahaya atau racun. “Labfor hanya menemukan kafein dan obat batuk, tidak ada ditemukan cairan yang berbahaya. Yang bersangkutan dalam kondisi normal, tidak diracun,” katanya.

Dari pemeriksaan tersebut, kata dia, korban diperkirakan sudah meninggal 12 hingga 20 jam sebelum ditemukan. Kapolda mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik Polda Sumut dan Polrestabes Medan masih terus berlangsung. "Sudah 22 orang diperiksa," katanya.

BACA JUGA:

Pembunuhan Hakim PN Medan, Kapolda Sumut: Waktu Kematian Korban 12-20 Jam sebelum Ditemukan

Kapolda Sumut Pastikan Hakim PN Medan Korban Pembunuhan, 22 Orang Saksi Diperiksa

Menurutnya, saat ini tim gabungan masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku pembunuhan ataupun pelaku yang membuang jenazah korban.

"Kami mau menduga orang sebagai pelaku itu kan enggak boleh gegabah. Dalami semuanya alibi, kami periksa semua alat bukti yang ada. Mohon doa restu agar kasus ini segera terungkap," ujarnya.

Sebelumnya, jenazah Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11/2019).

Korban yang merupakan Hakim dan juga Humas PN Medan, ditemukan warga di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam.

Saat ditemukan, jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang. Hasil pengecekan labfor, waktu kematian almarhum Jamaluddin diperkirakan antara 12 sampai 20 jam sebelum mayat ditemukan.


Editor : Kastolani Marzuki