Kasus Kades Tewas dalam Rumah Pendeta di Deliserdang, Keluarga Curiga Korban Dibunuh

Stepanus Purba ยท Senin, 11 November 2019 - 20:42:00 WIB
Kasus Kades Tewas dalam Rumah Pendeta di Deliserdang, Keluarga Curiga Korban Dibunuh
Tim Inafis Polrestabes Medan saat membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan. (Foto: ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

MEDAN, iNews.id – Kematian Kepala Desa Tengkureh Reli Kemit (57) dengan cara tak wajar mengundang tanda tanya keluarga. Korban ditemukan tewas dengan lima tusukan dan pisau tertancap di dada kiri dalam toilet rumah Pendeta Gayus Bangun di Kompleks Taman Permata Surya, Jalan Eka Surya, Dusun 8, Desa Kedai Durian, Deli Tua, Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (10/11/2019).

Polisi yang menyelidiki kasus tersebut menduga kematian korban akibat bunuh diri. Hal ini sulit diterima keluarga dan mereka pun membuat laporan polisi di Mapolsek Deli Tua. Dalam laporan itu, keluarga menduga Reli Kemit merupakan korban pembunuhan.

Kapolsek Deli Tua AKP Dolly N Nainggolan membenarkan adanya laporan polisi yang dibuat anggota keluarga Reli Kemit.

"Keluarga membuat laporan polisi karena menduga korban dibunuh. Tapi setelah kami lakukan olah TKP sampai tiga kali, kami belum temukan adanya unsur-unsur mengarah ke situ (dugaan pembunuhan)," kata Dolly, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, anggota juga telah memeriksa setiap sudut TKP, seperti ventilasi, loteng, pagar hingga CCTV di depan rumah. Selain itu, penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi.

"Ada empat saksi yang kami periksa. Yakni pak pendeta atas nama Gayus, istri dan pembantunya, serta kepala dusun setempat," ujarnya.

Sementara hasil visum dari rumah sakit sampai saat ini belum keluar. Penyidik masih menunggunya untuk pendalaman kasus tersebut.

"Kami juga masih menunggu hasil visum. Jika ada perkembangan akan kami kabari," ucapnya.

Sebelumnya, Reli Kemit (57) ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar mandi rumah pendeta di Kompleks Taman Permata Surya, Jalan Eka Surya, Dusun 8, Desa Kedai Durian, Deli Tua pada Minggu (10/11/2019). Saat ditemukan, ada bekas luka lima tikaman di tubuh korban. Bahkan posisi pisau masih menancap di dada kirinya.

Sejauh ini hasil penyelidikan, polisi menduga oknum kades tersebut bunuh diri. Korban diketahui memang sedang memiliki masalah rumah tangga.

Dugaan ini dikuatkan keterangan saksi yang menyebut korban mendapat tekanan kejiwaan karena sedang menghadapi proses perceraian. Tekanan itu pula yang membuatnya tinggal sementara di rumah Pendeta Gayus Bangun.

Editor : Donald Karouw