Kerangka Patung Yesus di Tapanuli Utara Dibongkar, Bupati Minta Maaf

Sindonews, Vitrianda Hilba Siregar · Jumat, 20 Maret 2020 - 20:12 WIB
Kerangka Patung Yesus di Tapanuli Utara Dibongkar, Bupati Minta Maaf
Kerangka patung Yesus di Tapanuli Utara yang dibongkar karena total lost. (Foto: Pemkab Taput)

TARUTUNG, iNews.id - Kerangka patung Yesus di Pea Tolong, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibongkar Kejaksaan Negeri (Kejari) Taput selaku eksekutor, Kamis (19/03/2020). Pembongkaran ini sudah melalui keputusan pengadilan.

"Segala keputusan pengadilan tuntas. Status kerangka ini sudah total lost. Saya di sini selaku jaksa eksekutor dan ini merupakan keputusan pengadilan," ujar Kepala Kajari Taput Tatang Darmi, Kamis (19/3/2020).

Proses pembongkaran disaksikan Bupati Taput Nikson Nababan, Kapolres AKBP Horas Silaen, Dandim 0210/TU Letkol (Czi) Roni Agus Widodo, Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan dan Ketua Pengadilan Taput diwakili serta Sekda Taput Indra Simaremare.

Bupati Taput Nikson Nababan meminta maaf kepada semua pihak jika kerangka patung Yesus harus dibongkar karena sudah keputusan pengadilan.

"Saya minta seluruh masyarakat Tapanuli Utara untuk memahami bahwa ini keputusan Pengadilan diakibatkan nilai kerangka ini sudah total lost," ujar Nikson.

Sebelum eksekusi dimulai, Kapolres Taput membacakan hasil investigasi lapangan dan rekapitulasi nilai pekerjaan terselesaikan.

Pengerjaan patung ini menunjukkan portal dalam keadaan lemah. Tiang portal langsung tertimbun tanah dalam kondisi basah, lantai altar telah retak-retak (retak struktur).

Kemudian pengelasan pada pipa galvanis konstruksi tidak memenuhi syarat yang baik, pembulatan pipa rangka tidak dilakukan dengan metode pabrikasi press dan tidak memenuhi teknis.

Begitu juga, pembauran baja kurang sempurna dan tidak memenuhi teknis, pangkal tiang induk baja terendam air sehingga akan cepat berkarat, timbunan perlu dipadatkan pada bagian yang tidak sempurna, mutu beton terperiksa di bawah mutu rencana sebesar K300.

Selain itu, pengecoran beton belum mengikuti teknis pengecoran, investigasi ulang tentang geometrik dengan alat ukur teodolit menghasilkan ada kemiringan menara baja ke depan sebesar 4 cm. Kemiringan cenderung menimbulkan beban tambahan akibat titik berat massa menara menjadi eksentris.

Patung Yesus ini dikerjakan dari APBD Tahun Anggaran 2013 dan diperiksa Polres Taput pada tahun 2014.

Selanjutnya, penyidik Polres Taput mengajukan permohonan Bantuan Tenaga Ahli dari Fakultas Teknik USU pada Februari 2016. Hingga akhirnya diproses secara hukum dan hasilnya yakni Keputusan Pengadilan Negeri untuk dirobohkan karena hasil evaluasi yang sudah total lost.

Rekapitulasi nilai pekerjaan patung Yesus yang dibongkar ini mencapai Rp3,41 miliar atau persentase bobot sudah 55,48%.


Editor : Donald Karouw