Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan di Binjai

Muhammad Zaenal Tanjung ยท Senin, 09 Desember 2019 - 11:45 WIB
Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan di Binjai
Warga menanam sejumlah pohon pisang di tengah Jalan Aiptu Radiman di Kelurahan Tangkis, Binjai, Sumut, Senin (9/12/2019). Mereka memprotes Pemkot Binjai yang ingkar janji untuk memperbaiki jalan. (Foto: iNews/ Zaenal Tanjung)

BINJAI, iNews.id - Warga Kelurahan Tangsi, Binjai, Sumatera Utara menanam sejumlah pohon pisang di tengah Jalan Aiptu Radiman, Senin (9/12/2019). Hal itu dilakukan warga karena kesal pemerintah daerah setempat ingkar janji memperbaiki jalan yang rusak parah.

Pohon-pohon pisang itu ditanam di dalam lubang yang ada di tengah jalan. Akibat dari aksi tersebut pengendara kendaraan bermotor terpaksa melambatkan laju kendaraan karena terhambat pohon pisang di tengah jalan.

Menurut warga, Pemerintah Kota Binjai berjanji akan memperbaiki jalan sebelum November 2019. Warga mengatakan hingga kini jalan tak kunjung diperbaiki.

Mereka mengatakan Jalan Aiptu Radiman rusak parah sejak dua tahun lalu. Di sepanjang jalan terdapat lubang-lubang besar sehingga mengancam keselamatan pengendara kendaraan bermotor. Menurut warga, kecelakaan akibat jalan rusak di kawasan tersebut sudah tak terhitung jumlahnya.

Selain itu kondisi jalan yang rusak menyebabkan debu berterbangan dan mengganggu kesehatan warga. Kondisi itu juga mengancam usaha warga yang berjualan makanan. Jalan tersebut semakin berbahaya saat hujan mengguyur yang menyebabkan kubangan di mana-mana.

Warga menolak membersihkan jalan dari pohon pisang sampai pemerintah turun memperbaiki jalan tersebut. “Kami blokir karena lubang-lubang ini menyebabkan banyak jatuh, Selain itu menyebabkan debu. Kami akan tetap blokir jalan sampai pemerintah menurunkan alat berat untuk perbaiki jalan,” ungkap warga bernama Iwan.

Saat ini pihak kepolisian sudah turun ke jalan untuk melakukan tindakan persuasif mengimbau warga menyingkirkan tanaman pisang. Namun warga tetap menolak sampai datang alat berat untuk memperbaiki jalan.


Editor : Rizal Bomantama