Ketahuan Congkel Kotak Amal, Pria di Binjai Tewas Dihajar Warga

Sindonews.com, Sartana Nasution · Minggu, 05 April 2020 - 20:35 WIB
Ketahuan Congkel Kotak Amal, Pria di Binjai Tewas Dihajar Warga
Ilustrasi mayat (Foto: iNews/ulil Amri)

BINJAI, iNews.id - Seorang pencuri di Binjai, Sumatera Utara (Sumut) tewas dihakimi warga. Pria yang tidak diketahui identitasnya ini dikeroyok lantaran ketahuan mencuri kotak infaq di Masjid Al Muqorrobin, Jalan Anggrek Lingkungan IV, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara.

Panit 1 Reskrim Polsek Binjai Ipda D Hutasoit mengatakan, insiden ini terjadi pada Sabtu (4/4/2020), saat itu setelah salat ashar pelaku masih berada di dalam masjid.

"Kemudian ada seorang warga yang ingin melaksakan salat Ashar. Tiba- tiba melihat seorang lelaki sedang mencongkel kotak infaq yang ada di sudut masjid. Spontan lelaki yang hendak salat itu kemudian langsung berteriak maling," kata Hutasoit, Minggu (5/4/2020).

Hutasoit menambahkan, pelaku lalu melarikan diri ke arah sungai. Pelaku kemudian, berdiri di atas daratan yang ada di tengah sungai. Melihat warga sekitar yang semakin berusaha mengejar, pelaku kemudian lari ke pinggiran sungai. Dan akhirnya, ia berhasil ditangkap warga tepatnya di lahan pembibitan milik seorang warga.

Usai ditangkap, lanjut Hutasoit, pelaku langsung dihajar warga yang kesal dengan kelakuannya yang  berusaha mencuri kotak infaq masjid. Pelaku babak belur, wajahnya luka dan dipenuhi kucuran darah yang mengalir akibat luka yang dialaminya.

Selanjutnya pelaku dibawa ke depan Masjid Al Muqarrobin. Di depan masjid, pelaku kembali dihakimi warga yang emosi.

Salah seorang warga Jalan Madura, Kelurahan Kebun Lada Binjai bernama Rozi (27) kemudian melapor ke polisi terkait insiden ini.

Anggota polisi yang bertugas di Sat Brimob Polda Sumut ini kemudian mendatangi TKP dan membawa pelaku ke Polsek Binjai Utara dengan mengendarai sepeda motor bersama Romi, seorang warga sekitar.

"Kondisi pelaku cukup mengenaskan, wajahnya penuh luka berlumuran darah dan kedua tangannya terikat seutas tali dan ia tidak bisa berbicara setelah babak belur dihajar massa," kata dia.

Selanjutnya Hutasoit bersama anggota membawa pelaku ke RSU DR Djoelham Binjai untuk menjalani perawatan. Sayangnya, pada Minggu pagi (5/4/2020) korban tewas di rumah sakit.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto