Curahan Hati Tukang Pijat Tunanetra di Medan, Kehilangan Pendapatan selama Corona

Stepanus Purba ยท Selasa, 28 April 2020 - 16:40 WIB
Curahan Hati Tukang Pijat Tunanetra di Medan, Kehilangan Pendapatan selama Corona
Alexander penyandang tunanetra yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat saat ditemui di kawasan Danau Singkarak Medan, Selasa (28/4/2020). (Foto : Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Kaum disabilitas khususnya para penyandang tunanetra yang tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara kehilangan pendapatan selama masa pandemi Covid-19. Mereka yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat, kini tidak lagi mendapatkan orderan.

Tentunya hal ini berdampak pada perekonomian para penyandang tunanetra karena kehilangan mata pencaharian. Cerita sedih ini terungkap dari pengakuan Alexander (45) seorang tukang pijat tunanetra.

Dalam curahan hatinya, Alexander mengatakan jika mereka saat ini tidak dapat berbuat banyak dalam kondisi pandemi corona. Dia berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas di situasi seperti ini.

"Harapan saya kepada pemerintah lebih memperhatikan kami kaum disabilitas pada umumnya. Khususnya berkaitan dengan kesejahteraan sosial kami yang saat ini kehilangan pekerjaan karena corona," kata Alexander di kawasan Danau Singkarak, Medan, Selasa (28/4/2020).

Alexander selama ini memang membuka lokasi pijat di Danau Singkarak. Namun dia harus menerima keputusan pemerintah yang menutup tempat usahanya. Hal dilakukan sekaligus untuk membantu pemerintah menahan laju penyebaran Covid-19. Kondisi sulit ini semakin diperparah karena dia tidak tahu pekerjaan lain selain menjadi tukang pijat.

"Sampai sekarang belum ada kerjaan lain, kami juga bingung untuk mencari pendapatan. Apa lagi ada aturan dari pemerintah untuk physical distancing. Bagaimana kami mau pijat," ucapnya.

Masih kata Alex, kondisi yang sama juga terjadi pada rekannya yang lain yang bekerja menjadi tukang jual kerupuk hingga mengamen.

"Begitu juga dengan tukang jual kerupuk keliling, susah mau jualan. Banyak enggak lakunya. Yang mengamen juga diusir akhirnya mereka nganggur gitu aja," katanya.

Alexander mengaku sangat terdampak dengan adanya wabah corona ini. Mereka kebingungan karena kehilangan sumber pendapatan.

"Jauh sekali berubahnya. Puasa tahun lalu kami masih beraktivitas. Masih ada yang kami harapkan untuk menyambung kehidupan kami. Sementara untuk puasa tahun ini sama sekali sudah tidak ada lagi," ucap Alexander.


Editor : Stepanus Purba