Komplotan Pencuri Modus Pakai Jimat Tanah Kuburan di Deliserdang Ditembak Polisi

Ahmad Ridwan Nasution ยท Jumat, 28 Februari 2020 - 12:16 WIB
Komplotan Pencuri Modus Pakai Jimat Tanah Kuburan di Deliserdang Ditembak Polisi
Ketiga pencuri spesialis pembobol rumah yang diamankan Timsus Anti-Bandit Polsek Medan Sunggal. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

DELISERDANG, iNews.id – Komplotan pencuri spesialis pembobolan rumah yang meresahkan warga Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) ditangkap Tim Khusus Anti-Bandit Polsek Medan Sunggal. Ketiga pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena coba melawan saat penangkapan.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, pengungkapan kasus ini atas sejumlah laporan polisi dari para korban perampokan. Tim yang menyelidiki akhirnya dapat mengidentifikasi pelaku dan mengetahui lokasi persembunyian mereka di Desa Mencirim Pondok.

Saat operasi penangkapan, para pelaku coba melawan hingga tindakan tegas terpaksa dilakukan. Petugas menembak mereka pada bagian kaki agar tak melarikan diri.

“Ketiga tersangka ini terlibat kasus pencurian dengan pemberatan. Modus mereka membobol rumah dengan cara terlebih dahulu menaburkan tanah korban ke lokasi yang menjadi target,” ujar Yasir, Jumat (28/2/2020).

Dia menjelaskan, ketiganya merupakan residivis sejumlah kasus kejahatan. Mereka bertemu dalam penjara dan membentuk kelompok untuk kembali beraksi setelah bebas.

“Jadi kelompok ini terbentuk dalam penjara karena ketiga tersangka merupakan residivis,” katanya.

Identitas mereka yakni Awen, Iswanto dan Ijal. Selama ini, mereka telah beraksi enam kali di berbagai lokasi di Kabupaten Deliserdang. Dalam aksinya, mereka menggunakan jimat berupa tanah kuburan yang ditaburkan ke atap rumah korban. Tujuan agar pemilik rumah tidur dan pelaku leluasa beraksi.

“Selain ketiga tersangka, kami juga amankan barang bukti dua unit motor, kunci leter T, linggis, tabung gas, dispenser, dua buah tas, surat tanah, serta tanah kuburan terbungkus kain putih,” kata Kapolsek.

Pengakuan para tersangka, hasil curian itu mereka jual dan uangnya dipergunakan untuk membeli narkoba. Ketiganya dijerat Pasal 363 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.


Editor : Donald Karouw