Kronologi Lengkap Polisi Tembak Istri 2 Kali Lalu Bunuh Diri di Serdang Bedagai

Stepanus Purba, Wahyu Rustandi ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 10:53 WIB
Kronologi Lengkap Polisi Tembak Istri 2 Kali Lalu Bunuh Diri di Serdang Bedagai
Jenazah Aiptu Pariadi dan istri dimakamkan berdekatan di Serdang Bedagai, Sumut. (Foto: iNews.id/Wahyu Rustandi)

SERGAI, iNews.id – Aiptu Pariadi, anggota yang bertugas di Polres Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), menembak mati istrinya Fitri Andayani dengan dua tembakan di kepala. Dia kemudian bunuh diri dengan menembak kepalanya.

Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun IV, Pematang Kayu Arang, Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumut, Sabtu (5/10/2019) pukul 23.00 WIB.

Saksi di lokasi, Supianto yang merupakan tetangga pasangan suami istri ini menceritakan, awalnya mendengar adanya 3 kali suara tembakan dari arah rumah Aiptu Pariadi.


"Jadi tak lama setelah bunyi letusan, kedua anak korban Faisal (16) dan Selfi (9) berteriak memanggil kedua orangtuanya. Mereka berteriak bapak, mama sambil menangis," ujar Supianto, Minggu (6/10/2019).

BACA JUGA: Cekcok Rumah Tangga, Polisi Tembak Kepala Istri sebelum Bunuh Diri

Kedua anak ini kemudian memanggil kakek mereka yang rumahnya tak jauh dari lokasi bernama Pairan (70). Kejadian ini kemudian dilaporkan petugas Polsek Perbaungan. Tak hanya itu, Pairan juga memanggil Yudha, anak pertama Aiptu Pariadi dan Fitri yang saat kejadian sedang berada di luar rumah.

"Sekitar 30 menit, petugas dari Polres Serdang Bedagai tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Kemudian pukul 01.30 WIB, jasad kedua korban dievakuasi petugas dengan kondisi bersimbah darah," kata Supianto.

Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara di lapangan dan keterangan saksi, antara Aiptu Pariadi dan istri diduga mengalami masalah keluarga. Anggota Polres Sergai yang bertugas di Satuan Narkoba ini disebut tak lagi saling berkomunikasi dengan istrinya.

“Kalau menurut keterangan dari anaknya, orangtuanya tidak saling komunikasi. Kami masih mintai keterangan saksi dari keluarganya maupun tetangganya," kata Juliarman.

Menurutnya, Aiptu Pariadi memang sudah lama diizinkan membawa senjata api (senpi) untuk kepentingan tugasnya. Selama ini, almarhum dikenal baik dan tidak memiliki pelanggaran dalam bekerja.

"Orangnya baik. Kerjanya tidak ada masalah. Tidak ada melakukan pelanggaran," ucapnya.

Kapolres mengungkapkan, Aiptu Pariadi diduga menembak strinya dua kali. Setelah itu, dia bunuh diri dengan satu kali tembakan di bagian kepalanya.

“Kalau dari kasat mata ada tiga luka di bagian kepala. Artinya memang ada tiga kali letusan senjata api. Kami masih menunggu hasil visumnya di RS Sultan Sulaiman,” katanya.

Jenazah Aiptu Pariadi dan istrinya saat ini sudah dimakamkan dalam posisi berdekatan di Pemakaman Umum Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin. Lokasinya sekitar 500 meter dari rumah duka.


Editor : Donald Karouw