Kronologi Pasien Covid-19 Dipukuli, Polres Toba: Dia Depresi dan Ingin Menulari Warga

Robert Fernando H Siregar · Sabtu, 24 Juli 2021 - 18:29:00 WIB
Kronologi Pasien Covid-19 Dipukuli, Polres Toba: Dia Depresi dan Ingin Menulari Warga
Pasien Covid-19, Salamat Sianipar (45), saat akan dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Porsea Toba, Sabtu (24/7/2021). (Foto: Polres Toba)

Video saat Salamat Sianipar mendapat penganiayaan di-posting oleh keponakannya, Jhosua Lubis di Instagram. Dia mengatakan, kejadian memilukan itu menimpa paman atau tulangnya pada Kamis (2/7/2021) lalu, tepatnya di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen,  Tobasa.

Jhosua yang tinggal di Depok, Jawa Barat itu menjelaskan, kronologi kejadian itu berawal sat tulangnya terkena Covid-19. Namun, dokter meminta Salamat Sianipar untuk menjalani isolasi mandiri.

"Awalnya tulang saya terkena Covid-19. Dokter menyuruh isolasi mandiri," katanya, dikutip dari Instagram-nya. 

Namun, masyarakat setempat tidak terima Salamat yang positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Dia malah dijauhkan dari kampungnya, Bulu Silape dan tidak bisa pulang ke rumahnya. Parahnya lagi, kata Jhosua, tulangnya diikat dan dipukuli warga setempat.

"Masyarakat tidak terima, akhirnya dia dijauhkan dari Kampung Bulu Silape. Dia kembali lagi ke rumahnya, tetapi masyarakat tidak terima. Malah masyarakat mengikat dan memukuli dia. Seperti hewan & tidak ada rasa manusiawi," kata Jhosua.

Keluarga yang mengetahui perlakuan warga terhadap pamannya, Salamat, tentu saja tidak terima. Mereka menganggap perlakuan tersebut sudah tidak manusiawi.

"Kami dari pihak keluarga tidak menerima dan ini tidak manusiawi lagi," ujarnya.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: