Kronologi Pembunuhan Kakek Penjaga Tambak di Medan, Pelaku Pukul Korban Pakai Balok

Yudha Bahar, Antara ยท Rabu, 11 Maret 2020 - 08:15 WIB
Kronologi Pembunuhan Kakek Penjaga Tambak di Medan, Pelaku Pukul Korban Pakai Balok
Kakek penjaga tambak di Medan dibunuh, Minggu (8/3/2020) (Foto: iNews/Yudha Bahar)

MEDAN, iNews.id - Polisi menangkap pembunuh Sujaidi (75) di tambak kepiting canang kering, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku memukuli korban dengan tangan kosong, lalu menghantam balok kayu ke arah kepala kakek tersebut.

Pelaku berinisial Paruli Sinaga (37), rekan korban warga Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, mengaku kalap. Dia menganiaya korban karena sakit hati lantaran alat bubu (jaring kepiting) yang dipinjam Sujaidi tidak dikembalikan.

Kapolres Belawan AKBP MR Dayan mengatakan, kronologinya berawal saat tersangka menjumpai korban yang sedang duduk di pondok tambak milik rekan kerja mereka, Syahdan.

"Ketika itu pelaku ditemani temannya, Karnai. Paruli bertanya kepada korban soal alat bubu tersebut," kata AKBP Dayan, Selasa (10/3/2020).

Kemudian korban menjawab bahwa alat bubu itu berada di rumah Syahdan. Paruli lalu emosi dan langsung memukul korban dengan tangan kosong.

Teman korban, Karnai lalu melerai perkelahian tersebut. Namun, tersangka bertambah kalap dan mengambil balok kayu, lantas menghantam kepala korban hingga berdarah.

"Melihat itu Karnai mencari pertolongan untuk membawa korban ke rumah sakit. Sedangkan pelaku melarikan diri dan bersembunyi," ujar dia.

Pelaku diamankan setelah bersembunyi di dalam kandang babi milik warga selama dua hari, tak jauh dari lokasi kejadian. Polisi juga mengamankan barang bukti balok kayu yang dipakai menganiaya korban kakek Sujaidi hingga tewas.

Pembunuhan ini berlatar belakang rasa sakit hati. Sebab korban membuang lima jaring kepiting milik pelaku dalam tambak hingga membuatnya melakukan penganiayaan pada Sabtu (7/3/2020).

Atas perbuatannya, pelaku yang telah ditetapkan tersangka kini mendekam di sel tahanan Polres Pelabuhan Belawan. Dia dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal