Liburan Imlek, Ayah dan Anak Hanyut Terseret Arus Sungai Silau Asahan

Ulil Amri · Sabtu, 17 Februari 2018 - 08:06 WIB
Liburan Imlek, Ayah dan Anak Hanyut Terseret Arus Sungai Silau Asahan
Petugas SAR Tanjung Balai Asahan saat melakukan pencarian dua korban hanyut di Sungai Silau. (Foto: iNews/Ulil Amri)

ASAHAN, iNews.id – Menikmati liburan Imlek di tepi Sungai Silau Asahan, Sumatera Utara (Sumut) menjadi petaka bagi satu keluarga asal Kelurahan Sidomulyo. Seorang ayah dan anak justru hanyut terseret arus sungai, Jumat 16 Februari 2018. Liburan keluarga itu berubah menjadi mimpi buruk.

Peristiwa itu berawal saat anak mereka yang bermain di tepi sungai terseret arus. Sang ayah, Mawardi (35) coba menolongnya. Malang, lantaran tidak bisa berenang, dia malah ikut hanyut terbawa arus Sungai Silau. Keduanya kemudian terseret arus, sedangkan sang istri hanya bisa histeris melihat kejadian itu dan meminta pertolongan warga. Dia tidak kuasa menahan tangis karena dua orang yang sangat dikasihinya secara tiba-tiba dan dengan cara tak wajar hilang di hadapannya.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat sang anak bernama Amril (10) sedang asik mandi dan bermain air di tepi sungai. Tiba-tiba datang arus yang begitu deras yang menariknya ke tengah sungai dan menghanyutkannya. Peristiwa itu terjadi di depan mata Mawardi, ayahnya yang berada di lokasi. Secepat kilat dia berupaya menggapai tubuh anaknya untuk melakukan penyelamatan. Namun karena arus sungai yang begitu deras, dia justu ikut terhanyut.

Warga sekitar di lokasi yang kejadian sempat ikut menolong dan berhasil meraih tangan Mawardi. Tetapi pegangan tangan itu terlepas. Kedua korban pun langsung menghilang di tengah arus sungai.

Musibah itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Petugas tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitaran sungai tempat korban hanyut. Namun tubuh belum dapat ditemukan. Perisitiwa hanyutnya ayah dan anak itu pun membuat geger warga yang langsung berkerumun dan membantu pencarian.

“Warga sempat berupaya menolong dan berhasil menggapai bagian tangan korban. Tapi pegangannya terlepas,” kata saksi mata di lokasi, Surya Dharma.

Sementara itu, petugas SAR Tanjung Balai Asahan, Irfanta Sembiring mengatakan hingga malam hari tubuh kedua korban belum ditemukan. Karena kondisi medan tidak efektif, pencarian akan kembali dilanjutkan Sabtu (17/2/2018) pagi ini. “Informasi yang kami terima ada dua korban yang hanyut terbawa arus. Kami sudah turunkan tim untuk melakukan pencarian namun belum berhasil menemukan. Karena kondisi pencarian di malam hari dan sudah gelap, kami akan melanjutkan ketika sudah terang,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw