Lolos dari Jambret, Ibu di Medan Malah Kehilangan Motor Dicuri Orang Menolongnya

Stepanus Purba ยท Kamis, 16 April 2020 - 13:55 WIB
Lolos dari Jambret, Ibu di Medan Malah Kehilangan Motor Dicuri Orang Menolongnya
ilustrasi penjambretan. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Sungguh malang benar nasib yang Rahmadina (35), ibu rumah tangga warga Kompleks Palem Indah Residence, Jalan Karya Kasih, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Dia menjadi korban penjambretan di seputaran Underpass Titi Kuning saat berkendara di atas hingga terjatuh. Lebih mirisnya, saat pelaku meninggalkan korban, datang orang yang pura-pura membantunya namun kemudian membawa kabur motor korban.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/4/2020) malam. Berawal saat korban pulang dari rumah mertuanya di Jalan Brigjen Katamso dengan menggunakan motor Honda Beat berpelat nomor BK 2915 AHW. Namun saat melintas di kawasan Jalan AH Nasution, tepatnya di seputaran Underpass Titi Kuning, tas miliknya dijambret. korban berupaya mempertahankan tas tersebut hingga terjatuh dari atas motor dan luka-luka.

"Saya berhasil mempertahankan tas dari upaya penjambretan," ujar Rahmadina, Kamis (16/4/2020).

Seusai kejadian, datang dua orang pemuda yang menawarkan bantuan karena melihat korban dalam kondisi terluka. Keduanya mengaku sebagai anggota polisi kepada korban.

"Mereka mengaku sebagai polisi, mereka menolong dan membawa saya ke rumah sakit," katanya.

Tak hanya itu, mereka bahkan mendampingi sampai ruang IGD Rumah Sakit Mitra Sejati dan menjadi penanggung jawab korban agar mendapat tindakan medis.

"Di rumah sakit dia menjadi penanggungjawab saya. Tapi dia tidak bilang nama. Dia juga bilang mau bantu menangkap pelaku, karena dia dari Polda Sumut," ucapnya.

Kemudian begitu keluarga korban datang ke rumah sakit, pelaku minta izin keluar untuk membeli makanan.

"Dia bahkan sempat menawarkan kepada saya mau dibelikan makanan apa," ucapnya.

Namun hingga dua jam ditunggu, orang yang menolong tersebut tak kunjung kembali.

"Saat itu saya baru teringat dengan motor saya. Terus saya cek tas, kondisi sudah acak-acakan dan sudah tidak ada lagi STNK dan kunci motor. Saya suruh suami cek motor di parkiran sudah tak ada," kata korban.

Ternyata kebaikan pria tersebut hanya dusta belaka. Tanpa disadari, saat korban terbaring lemas, pria yang mengaku polisi itu mengambil harta benda korban. Selain itu juga kunci motor beserta STNK kendaraan serta anting di dalam tas.

"Kondisi saya kan masih lemas, otomatis tas dia yang pegang. Rencananya saya keluar dari rumah sakit akan mengadu ke polisi," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu I Sitepu ketika dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan korban.

"Belum ada laporan," ucapnya singkat.


Editor : Donald Karouw