get app
inews
Aa Text
Read Next : Bareskrim Ungkap Kasus Heroin 15 Kg di Sumut, 1 Tersangka Ditangkap

Mahasiswa Papua Unjuk Rasa Tuntut Dosen Rasis di USU Dicopot

Selasa, 02 Februari 2021 - 15:30:00 WIB
Mahasiswa Papua Unjuk Rasa Tuntut Dosen Rasis di USU Dicopot
Perwakilan Ikatan Mahasiswa Papua saat menyerahkan poin tuntutan terkait dosen rasis kepada Rektor USU Muryanto Amin. (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id - Puluhan mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Kota Medan berunjuk rasa di depan Biro Rektor Universitas Sumatera Utara (USU). Mahasiswa asal Papua ini meminta pihak rektorat menindak tegas dosen USU yang melakukan rasisme kepada Natalius Pigai dari akun media sosialnya. 

Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua (IMP) itu menuntut pelaku yakni Guru Besar Fakultas Pertanian USU, Profesor Yusuf Leonard Henuk segera diproses pihak kampus. Tak tanggung-tanggung mereka meminta USU untuk memecat dosen tersebut.  

"Kami mahasiswa mengecam rasisme. Ini adalah USU bersama sehingga kasus ini tidak boleh dipelihara. Kami menuntut keras agar rasisme dihentikan," kata koordinator aksi mahasiswa Papua, Yance Emany.

Yance mengecam betul ucapan rasisme Guru Besar USU tersebut kepada Natalius Pigai. Dalam cuitannya di akun Twitter, dia menyandingkan salah satu warga Papua Natalius Pigai dengan monyet. 

"Rasisme itu dilakukan oleh Profesor Yusuf L Henuk, yang dilontarkan melalui cuitan twitter dengan mengatakan orang Papua itu bodoh dan kayak monyet," ujarnya.

Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa itu membawa beberapa poster yang menjadi  tuntutannya. 

"Hentikan intimidasi terhadap orang Papua, Kami manusia bukan monyet," tulisan poster tersebut.

Tiga poin yang menjadi tuntutan IMP kemudian segera mereka serahkan kepada Rektor USU Muryanto Amin yang menerima langsung massa aksi di gedung Biro Rektor USU. Kepada massa aksi, Muryanto berjanji akan memanggil Yusuf Leonard untuk dimintai keterangan. 

Dia mengatakan akan mengambil langkah sesuai dengan kewenangannya sebagai rektor.

"Ini berkaitan dengan etik, dari tiga poin ini kami akan bicara dulu dengan Prof Yusuf. Ini untuk mengumpulkan data, sesuai dengan apa yang dia sampaikan melalui media sosial," kata Muryanto.

Mantan Dekan Fisip itu mengatakan, apa yang akan dilakukannya untuk menanggapi tuntutan mahasiswa sesuai dengan kode etik universitas. Sehingga, kewenangannya dalam menanggapi dugaan rasisme oleh oknum dosen di kampus yang dipimpinnya itu tidak menyentuh pada ranah hukum.

"USU akan memberikan porsi sesuai dengan kewenangannya. Kami akan lihat bagian apa yang menjadi kewenangannya USU. Tidak boleh sembarangan, USU itu punya aturan yang tidak boleh melampaui kewenangan yang dimiliki," ujarnya. 

Muryanto menyatakan akan menelaah substansi dari permasalahan. Apakah ada dugaan pelanggaran kode etik atau tidak. Apalagi, substansi dari materi persoalan berkaitan dengan undang-undang dan tuntutan hukum bukan menjadi ranah kampus menyelesaikan

"Rasisme tidak boleh, apapun alasannya itu tidak boleh kita sampaikan yang menyebabkan orang lain tersakiti, apalagi berkaitan dengan Ras. Kita diciptakan oleh Tuhan, semua punya manfaat. Tidak ada alasan apapun, itu adalah sebuah anugerah yang perlu kita syukuri makanya sebagai manusia tidak boleh menyepelekan, menghina satu makhluk yang diciptakan itu dosa," ucapnya. 

Diketahui, dugaan rasisme Prof Yusuf Leonard Henuk dilakukan melalui cuitan di akun Twitternya @profYLH. Dalam cuitan itu,  dia mencuit kalimat yang ditujukan kepada Pigai. Cuitan ini dibuat Yusuf pada tanggal 2 Januari 2021.

"Pace @NataliusPigai2 beta mau suruh ko pergi ke cermin lalu coba bertanya pada diri ko:"Memangnya @NataliusPigai2 punya kapasitas di negeri ini?".Pasti ko berani buktikan ke @edo751945 & membantah pernyataan @ruhutsitompul yang tentu dapat dianggap salah,” tulis Yusuf L Hanuk sambil menyertakan foto Pigai dengan monyet yang sedang bercermin.

Editor: Stepanus Purba_block

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut