Mahfud MD Minta Tak Ada Pemaksaan Siswi Nonmuslim Pakai Jilbab di Sekolah

Muhammad Fida Ul Haq · Minggu, 24 Januari 2021 - 13:45:00 WIB
Mahfud MD Minta Tak Ada Pemaksaan Siswi Nonmuslim Pakai Jilbab di Sekolah
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut tak boleh memaksakan siswi nonmuslim memakai jilbab di sekolah. Dia mengatakan itu untuk merespons siswi di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat yang viral karena dipaksa memakai jilbab di sekolah.

"Akhir 1970-an s/d 1980-an anak-anak sekolah dilarang pakai jilbab. Kita protes keras aturan tersebut ke Depdikbud," cuit Mahfud di akun Twitter miliknya @mohmahfudmd, Minggu (24/1/2021).

Menurut Mahfud, saat ini siswa diperbolehkan memakai jilbab dan busana muslim di sekolah. Bahkan jilbab dan busana muslim kini telah menjadi mode. Namun dia mengingatkan agar tidak membalik situasi dengan mewajibkan pemakaian jilbab di sekolah.

"Tentu kita tak boleh membalik situasi dengan mewajibkan anak nonmuslim memakai jilbab di sekolah," tuturnya.

Dalam cuitan lainnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyebut, pada awal 1950-an Menteri Agama Wahid Hasyim (NU) dan Mendikjar Bahder Johan (Masyumi) membuat kebijakan, sekolah umum dan sekolah agama mempunyai 'civil effect' yang sama. Hasilnya, sejak 1990-an kaum santri terdidik bergelombang masuk ke posisi-posisi penting di dunia politik dan pemerintahan.

Sampai dengam akhir 1980-an di Indonesia terasa ada diskriminasi terhadap orang Islam. Tapi berkat perjuangan yang kuat dari NU Muhammadiyah dan lainnya, terutama melalui pendidikan, demokratisasi menguat. Awal 90-an berdiri ICMI. Masjid dan Majelis Taklim tumbuh di berbagai kantor pemerintah dan kampus.

"Kebijakan penyetaraan pendidikan agama dan pendidikan umum oleh dua menteri itu sekarang menunjukkan hasilnya. Pejabat-pejabat tinggi di kantor-kantor pemerintah, termasuk di TNI dan Polri banyak diisi oleh kaum santri. Mainstream keislaman mereka adalah wasathiyah Islam: moderat dan inklusif," tulisnya.

Editor : Reza Yunanto