Ma'ruf Amin Sebut Hoaks sebagai Tsunami Digital yang Sangat Berbahaya

Ahmad Husein Lubis, Liansah Rangkuti ยท Senin, 11 Maret 2019 - 22:15 WIB
Ma'ruf Amin Sebut Hoaks sebagai Tsunami Digital yang Sangat Berbahaya
Cawapres 01 KH Ma'uf Amin memberikan tausiah dan pesan politik dalam tablig akbar di Pasir Putih Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, Senin (11/03/2019). (Foto: iNews.id/Achmad Husein Lubis)

MANDAILING NATAL, iNews.id - Berita hoaks yang terus menggempur pasangan capres-cawapres nomor urut 01 dinilai sebagai tsunami digital yang sangat berbahaya.

Hoaks yang paling anyar yang menyerang pasangan 01 itu adalah kondom bergambar Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebelumnya, pasangan tersebut diserang kampanye hitam oleh sekelompok emak di Karawang, Jabar, dan Sulawesi Selatan. Isunya mulai tidak ada azan jika Jokowi-Ma’ruf memimpin dan penghapusan pendidikan agama.

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan, tsunami digital berupa hoaks merupakan yang paling berbahaya.

"Sebab, kalau tsunami Palu ya di Palu saja, sama di Banten tetap di Banten saja itu tsunami. Tapi kalau tsunami digital itu menebar ke seluruh Indonesia dan dunia, ya itu tadi berita hoaks yang disebar dari media sosial, maka dari itu hati-hati dengan hoaks" kata Ma’ruf dalam tablig akbar di Pasir Putih Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, Senin (11/03/2019).

Terkait serangan hoaks itu, Ma’ruf mengajak relawan dan pendukungnya untuk bersama-sama memerangi hoaks. Ma’ruf juga meminta dukungan penuh dari kaum Nahdliyin di Madina untuk mendukungnya di Pilpres.

Menurut mantan Rais ‘Aam PBNU itu, jika ummat Nahdlatul Ulama (NU) tidak mendukung kadernya yang maju di Pilpres itu innalillahi. "Jika ummat NU tidak mendukung kadernya sebagai cawapres itu bisa kita katakan innalillahi," kata Ma’ruf Amin.

Ketua MUI nonaktif ini mengatakan, capres Joko Widodo merupakan sosok yang cinta ulama. Hal itu dibuktikan dengan penunjukkan dirinya untuk jadi cawapresnya.

"Sekarang Pak Jokowi tidak lagi mintak dukungan kepada ulama melainkan mengajaknya sebagai wakilnya. Oleh karena itu, yuk kita menangkan pemilu ini dengan damai, jangan menyebar hoaks," tuturnya.


Editor : Kastolani Marzuki