Medan Kota Kotor Versi KLHK, Gubernur Edy Pusing Tak Bisa Tidur 3 Hari

Stepanus Purba ยท Jumat, 18 Januari 2019 - 11:29 WIB
Medan Kota Kotor Versi KLHK, Gubernur Edy Pusing Tak Bisa Tidur 3 Hari
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. (Foto: dok iNews.id)

MEDAN, iNews.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menobatkan Medan menjadi salah satu kota metropolitan terkotor di Indonesia. Hal tersebut pun meresahkan dan membuat gundah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi.

Dia mengaku sangat kecewa terkait hasil penilaian tersebut. Bahkan saking kecewanya, Gubernur Edy mengaku tak bisa tidur nyenyak 3 hari belakangan ini.

"Sangat kecewa. Bukan hanya kecewa, saya gak bisa tidur selama 3 hari. Pusing kepala saya," ujar Edy saat dikonfirmasi, Jumat (18/1/2019).

Gubernur Edy merasa sependapat dengan hasil penilaian KLHK. Dia pun langsung merespons dengan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Medan segera berbenah atas penilaian tersebut.

"Memang seperti itu kenyataannya. Karena itu saya akan panggil wali kota Medan untuk membahas hal ini," kata Edy.

Diketahui, sebelumnya KLHK melalui Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Rosa Vivien membeberkan sejumlah kota terkotor di Indonesia. Berdasarkan hasil penilaian mereka, Kota Medan menjadi salah satu kota terkotor di kategori Kota Metropolitan.

Selain Medan, KLHK juga menetapkan Kota Bandar Lampung dan Manado dalam kategori yang sama. Sementara untuk kategori kota sedang, dinobatkan kepada Kota Sorong Kupang, dan Palu. Untuk kategori kota kecil, disandang Waikabubak di Sumba Barat, Waisai di Raja Ampat, Ruteng di Manggarai, Bajawa di Kabupaten Ngada, dan Buol di Sulawesi Tengah.

"Kota terkotor merupakan kota yang mendapat nilai paling rendah di antara kota peraih Adipura. Ada 300 kota yang kami nilai," kata Rosa.


Editor : Donald Karouw