Modus Biayai Pendidikan, Paman di Sibolga Tega Cabuli Keponakan Berkali-Kali

Stepanus Purba · Minggu, 19 Desember 2021 - 13:13:00 WIB
Modus Biayai Pendidikan, Paman di Sibolga Tega Cabuli Keponakan Berkali-Kali
Ilustrasi pencabulan anak. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Seorang perempuan yang masih duduk di bangku SMA di Kota Sibolga dicabuli pamannya sendiri. Pelaku berinisial SHP (31) mencabuli keponakannya dengan modus akan dibayari biaya pendidikannya. 

Dari informasi yang dihimpun, korban selama ini tinggal bersama dengan pelaku di Kota Sibolga untuk menempuh pendidikan jenjang SMA. Sebelumnya, orang tua korban dengan SHP sepakat akan menanggung biaya pendidikan keponakannya.

"Selain itu, korban juga diminta tinggal bersama pamannya selama menempu pendidikan," ucapnya. 

Nahas, paman korban ternyata memiliki maksud lain saat meminta korban tinggal bersamanya. Pelaku diketahui nekat mencabuli keponakannya tersebut di bulan Maret 2021 lalu. 

Tak puas sekali, paman bejat ini akhirnya mengulangi perbuatannya terus menerus kepada korban. Pelaku mengancam bila berani membongkar pemerkosaan, maka akan menyebar video mesum. Hingga akhirnya, perbuatan gelap pelaku akhirnya terkuak oleh istrinya dan langsung melaporkannya ke polisi. 

"Tersangka sudah kami tangkap," kata Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin, Minggu (19/12/2021). 

Sormin mengatakan tersangka SHP diamankan petugas tanpa ada perlawanan berarti. Kepada petugas dia mengakui seluruh perbuatannya dan mengaku sudah menjalankan aksi bejat tersebut sebanyak 10 kali selama Maret hingga Desember 2021. 

"Pelaku mengancam bahwa pertama kali perbuatan dilakukan dibuat video dan akan disebarluaskan sehingga korban pasrah disetubuhi. Selain itu, tersangka juga berjanji akan menikahi korban," ucapnya. 

Dari pemeriksaan terbukti, kalau video mesum itu hanya akal-akalan tersangka saja. 

"Rekaman video tidak ada dan tersangka berbohong kepada korban," kata Sormin.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 76D junto Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Editor : Stepanus Purba_block

Bagikan Artikel: