Musa Rajekshah Berikan Tali Asih kepada Atlet Taekwondo Sumut yang Berprestasi

Stepanus Purba · Jumat, 14 Februari 2020 - 17:03 WIB
Musa Rajekshah Berikan Tali Asih kepada Atlet Taekwondo Sumut yang Berprestasi
Wagub Sumut Musa Rajekshah saat menyerahkan tali asih kepada atlet taekwondo berprestasi asal Sumut. (Foto: Humas Pemprov Sumut)

MEDAN, iNews.id – Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah memberikan tali asih kepada para atlet berprestasi asal Sumatera Utara (Sumut). Pemberian ini sebagai bentuk penghargaan dan sekaligus motivasi.

Penerima penghargaan yakni sejumlah atlet Taekwondo Indonesia (TI) Sumut yang berprestasi pada ajang Prakualifikasi PON Tahun 2019 di Banten. Yakni Oppy Danena Ginting peraih medali emas, M Iqbal perak, Elius Imanuel Harefa dan Safrida Ginting peraih perunggu.Kemudian peraih medali Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV Tahun 2019 di Jakarta. Yaitu Inggrid Maria dan Nanda Gilang Ramadhan untuk emas dan Hana Salsabila yang mendapat perunggu.

Selanjutnya, atlet berpretasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Tahun 2019 di Semarang. Mereka yakni Inggrid Maria memeroleh medali emas, Nanda Gilang dan Rebeca Roslina Napitupulu yang mendapat perunggu.

Selain itu diserahkan tali asih kepada para pelatih TI Sumut, Basuki Nugroho, Ageng Artadinata, Tejo Harianto, Kevin Pranata, Andes Samosir dan Heru Cakra Lubis.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh anak-anak kami para atlet taekwondo yang telah bekerja keras dan menorehkan prestasi untuk Provinsi Sumut,” ujar Ijeck-sapaan akrab wagub yang sekaligus menjabat Ketua Umum Pengprov TI Sumut, Kamis (13/2/2020).

Ijeck menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Inalum dan PT Tusah yang memberikan bantuan berupa peralatan pertandingan kepada Pengprov TI Sumut. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian di bidang olahraga dan bagi para atlet.

“Mudah-mudahan semakin banyak perusahaan yang memberikan perhatian terhadap para atlet kita,” katanya.

Wagub juga mengingatkan tentang ajang PON 2020 di Papua serta PON 2024 di Sumut dan Aceh. Seluruh pihak, baik pelatih dan atlet harus memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin untuk menghadapi kedua event besar tersebut.

“Jangan sampai kita yang jadi tuan rumah, tapi malah kekurangan atlet,” katanya.


Editor : Donald Karouw