Nasabah PT Minna Padi Aset Manajemen di Medan Demo Tuntut Pengembalian Dana

Stepanus Purba ยท Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:00 WIB
Nasabah PT Minna Padi Aset Manajemen di Medan Demo Tuntut Pengembalian Dana
Puluhan nasabah menuntut pengembalian dana mereka kepada PT Minna Padi Aset Manajemen yang berada di Jalan Amir Hamzah Kota Medan, Jumat (5/6/2020). (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Puluhan nasabah PT Minna Padi Aset Manajemen berdemonstrasi ke kantor perusahaan itu yang berada di Jalan Amir Hamzah Kota Medan, Jumat (5/6/2020). Para nasabah menuntut pengembalian dana yang telah mereka investasikan.

Para nasabah mengaku kehilangan dana deposito yang telah mereka investasikan ke PT Minna Padi Aset Manajemen, setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melikuidasi PT Minna Padi. Total nilai kerugian nasabah mencapai Rp1,2 triliun.

Perwakilan nasabah PT Minna Padi Aset Manajemen, Beni menyebutkan, mereka sebelumnya mendepositokan uang di Minna Padi dengan jangka waktu 6-12 bulan. Sesuai perjanjian dengan perusahaan, pokok deposito dijamin 100 persen. Untuk pengembalian dana deposito dijanjikan ditambah bunga sebesar 10-11 persen per tahun.

"Uang nasabah di sini terhimpun dari pembelian aneka produk Minna Padi dengan harga per paket Rp500 juta. Dana tersebut kemudian dikelola Minna Padi. Kami para nasabah dijanjikan pembayaran keuntungan enam bulan atau satu tahun kemudian," kata Benni.

Namun, sampai sekarang perusahaan tidak bisa mengembalikan dana itu kepada nasabah secara utuh sesuai dengan perjanjian. Padahal, pertimbangan awal nasabah mendepositokan uang mereka karena Minna Padi memiliki izin dan di bawah pengawasan OJK.

Nasabah lainnya, Intan menyebutkan, hingga kini OJK tidak pernah memberitahukan kepada para nasabah terkait kondisi dan permasalahan yang dialami PT Minna Padi hingga harus dilikuidasi. Padahal, jika dari awal ada keterbukaan informasi, masyarakat dan nasabah tidak akan menjadi korban.

"Kami para nasabah tetap meminta pengembalian dana nasabah sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku," ujar Intan.

Para nasabah ini mengaku, di awal Desember 2019 lalu, Komisaris PT Minna Padi Aset Manajemen Eddy Suwarno pernah berjanji akan bertanggung jawab. Dia menjamin pengembalian dana nasabah, minimal tabungan pokok.

Namun, pada pertengahan Februari, 2020, perjanjian malah berubah. PT Minna Padi menyampaikan hanya akan membayar kerugian konsumen berupa 20 persen dalam bentuk uang tunai dan 30 persen dalam bentuk saham. Sementara 50 persen lainnya dianggap hangus.

Pernyataan ini langsung dikomplain seluruh nasabah. Atas tuntutan nasabah, PT Minna Padi kemudian meminta izin kepada OJK supaya pembayaran dana nasabah diundurkan ke tanggal 18 Mei 2020.

Intan juga menuturkan, dari awal PT Minna Padi sudah bertindak sesuka hati dalam penentuan jumlah yang harus dikembalikan. Ditambah lagi waktu pembayaran yang terus diundur dengan jumlah uang yang terus berkurang.

"Padahal sudah ada hukum yang mengatur agar PT Minna Padi tidak bertindak sesuka hati," kata Intan.

Peraturan hukum ini tercantum dalam Peraturan OJK Nomor 23/POJK.04/2016 tentang Reksadana Kontrak Investasi Kolektif Pasal 47 b. Isinya menyebutkan "menginstruksikan kepada bank kustodian paling lambat 2 (dua) hari bursa sejak diperintahkan Otoritas Jasa Keuangan, untuk membayarkan dana hasil likuidasi yang menjadi hak pemegang unit penyertaan dengan ketentuan bahwa perhitungannya dilakukan secara proporsional dari nilai aktiva bersih pada saat pembubaran. Dana tersebut diterima pemegang unit penyertaan paling lambat 7 (tujuh) hari bursa sejak likuidasi selesai dilakukan".

Setelah sempat terlibat perdebatan dengan petugas pengelola gedung, nasabah yang kesal lalu menghubungi tim marketing perwakilan PT Minna Padi melalui telepon seluler. Salah seorang marketing mewakili Hamzah selaku kepala perwakilan Medan PT Minna Padi Aset Manajemen berjanji akan menyampaikan tuntutan para nasabah.

Namun, karena jawaban yang diberikan juga tidak memuaskan, para nasabah akhirnya melanjutkan aksinya dengan membentangkan spanduk berisi kecaman mereka di depan Kantor PT Minna Padi.

Seluruh nasabah PT Minna Padi Aset Manajemen juga berharap Presiden Joko Widodo dan OJK mau membantu permasalahan yang mereka hadapi saat ini.


Editor : Maria Christina