Nelayan yang Hilang di Pantai Cermin Ditemukan Meninggal Dunia

Stepanus Purba ยท Jumat, 20 November 2020 - 17:13:00 WIB
Nelayan yang Hilang di Pantai Cermin Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban dari Perairan Sri Mersiang, Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, Serdangbedagai. (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id - Seorang nelayan bernama Faisal (20) yang hilang di Perairan Sri Mersiang, Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, Serdangbedagai ditemukan tim Search and Rescue (SAR) gabungan meninggal dunia. Faisal ditemukan sekitar pukul 13.35 WIB sejauh 6 km dari bibir pantai.

"Ditemukan meninggal dunia sejuah 6 km dari bibir pantai," kata Humas Kantor SAR Medan, Sariman Sitorus.

Sariman mengatakan untuk mencari korban, petugas menggunakan perahu LCR dan mengerahkan sejumlah personel dari Basarnas Medan, Polairud, PMI Sergai, Tagana, Potensi SAR lainnya dan pemerintah setempat.
"Setelah korban berhasil ditemukan, petugas langsung mengevakuasinya dan diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup," ucap Sariman.

Sebelumnya, Faisal (20) hilang di Perairan Sri Mersing, Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai, Kamis (19/11/2020). Korban hilang setelah sampan yang digunakannya untuk mencari ikan karam diterjang ombak.

Dari informasi yang dihimpun, korban bersama dengan rekannya Fahri Hidayat (17) berangkat menuju laut perairan Sri Mesing dengan menggunakan sampan untuk mencari ikan. Mereka berencana mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap berupa jaring.

Setelah korban dan Fahri Hidayat tiba di TKP, korban dan saksi kemudian menangkap ikan. Saat itu diduga sampan yang ditumpangi korban dan Fahri terkena ombak sehingga tenggelam ke laut. Kejadian tersebut dilihat oleh saksi yang bernama Sartono (40) dan Sariadi yang sedang mencari ikan tak jauh dari lokasi.

Saat itu juga saksi mendatangi tempat korban mencari ikan untuk melakukan pertolongan. Namun nahas, mereka hanya bisa menolong Fahri, sementara Faisal hilang dibawa ombak.

Editor : Stepanus Purba