Nenek Korban Penyiksaan Ibu Tiri di Simalungun Ingin Pelaku Dihukum Berat

Dharma Setiawan ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 16:40 WIB
Nenek Korban Penyiksaan Ibu Tiri di Simalungun Ingin Pelaku Dihukum Berat
Nenek korban, Meisa Siregar yang geram terhadap menantu yang juga pelaku penganiayaan. (Foto: iNews/Dharma Setiawan)

SIMALUNGUN, iNews.id - Pascavideo penganiayaan ibu tiri terhadap anak di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) viral di media sosial, nenek korban meminta pelaku dihukum berat. Saat ini korban diasuh nenek sementara ayah lebih memilih tinggal di rumah yang menjadi lokasi penganiayaan.

Ditemui di rumah, nenek korban, Meisa Siregar mengaku geram dengan perbuatan pelaku, RH. Bahkan saking geramnya, Meisa ingin melakukan hal yang sama kepada pelaku.

“Kalau bisa, tanganku main sama dia sebelum dia masuk penjara,” katanya, Selasa (18/2/2020).

Meisa mengaku, dari awal sudah tidak menyetujui pernikahan anak dengan pelaku. Hal ini lantaran pelaku sudah memiliki lima orang anak.

“Kerja saja tidak tahu, masak saja tidak tahu. Habis nikah, seharian pergi, makanya aku tidak suka,” kata Meisa.

Selain itu, Meisa juga mengaku sering kesulitan menemui cucu, GS. Meisa juga tidak pernah menginap di rumah pelaku.

“Bolak balik aku jemput (cucu), tidak dikasih sama bapaknya,” katanya lagi.

Kini GS berada dalam asuhan Mesia. Dia tidak rela cucu yang sudah dirawat sejak bayi, selalu disiksa oleh ibu tiri.

“Cucuku dibawa dari sini gemuk, sekarang kurus begini seperti tulang,” katanya.

Sementara itu, GS mengaku sudah ingin segera kembali ke sekolah. Dia juga merindukan teman-teman dan guru.

“Senin mau sekolah, sudah rindu Ibu Guru Pasaribu,” kataya.

GS, anak perempuan korban penganiayaan ibu tiri, saat ini dalam masa pemulihan dari trauma dan luka yang dialami. Siswi kelas II sekolah dasar ini mengalami sejumlah luka di tubuh.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial berisi penganiayaan seorang ibu kepada anak karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dari sekolah. Aksi penganiyaan itu beredar luas di media sosial setelah teman korban merekam aksi tersebut. Akibat perbuatannya, RH sudah mendekam di penjara karena.


Editor : Umaya Khusniah