Palak Bocah Rp2.000, Preman Bertato di Medan Menangis Ditangkap Polisi

Ahmad Ridwan Nasution ยท Rabu, 06 Mei 2020 - 16:54 WIB
Palak Bocah Rp2.000, Preman Bertato di Medan Menangis Ditangkap Polisi
Preman kampung pemalak bocah pedagang asongan yang menangis saat ditangkap polisi di Medan. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id - Seorang preman kampung memalak bocah pedagang asongan di persimpangan lampu merah Jalan Sudirman, Kota Medan, Rabu (6/5/2020). Lantaran tak diberi uang, pelaku memukul korban tersebut hingga memar di bagian dahi.

Informasi diperoleh iNews, identitas pelaku yakni Robin Bakkara. Keberadaan pengangguran ini meresahkan lantaran kerap memalak anak-anak di lokasi persimpangan tersebut. 

Polisi yang mengetahui kejadian tersebut kemudian bergerak menangkap pelaku. Dia dibawa ke pos lalu lintas setempat untuk diminta keterangan dengan korban juga turut dihadirkan.

Pengakuan korban, ini kali kedua dia dipalak preman bertato tersebut. Namun saat pemalakan pertama dia memberikan uang ke pelaku. Dia juga pernah melihat pelaku memalak anak lainnya.

"Saya di situ lagi jualan dan diminta uang. Saya tidak kasih dan dipukul," ucapnya.

Sementara itu, pelaku mengakui perbuatannya saat diinterogasi. Dia memukul bocah tersebut lantaran tidak diberi uang.

"Saya baru bangun dan lapar. Saya minta uang Rp2.000 untuk beli es tapi tidak diberi, jadi saya pukul," ujarnya. 

Pelaku berulang kali memohon ampun dan duduk di lantai sambil bersimpuh di depan polisi. Bahkan dia menangis setelah dihukum push-up hingga tangannya gemetaran. 

Setelah dimediasi, korban akhirnya memaafkan pelaku dengan catatan tak lagi melakukan pemalakan. Pelaku kemudian diganjar berjalan jongkok dan dibebaskan polisi.


Editor : Donald Karouw