Pascabanjir Bandang, Bupati Labura: Tidak Boleh Lagi Ada 1 Batang Pohon Pun Dipotong

Fachrizal ยท Senin, 30 Desember 2019 - 08:47 WIB
Pascabanjir Bandang, Bupati Labura: Tidak Boleh Lagi Ada 1 Batang Pohon Pun Dipotong
Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus (kaus hitam) saat menijau langsung dusun terdampak bencana banjir bandang di Desa Pematang, Kecamatan NA IX-X, Minggu (29/12/2019). (Foto: iNews/Fachrizal)

LABUHANBATU, iNews.id – Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus turun langsung meninjau Dusun Siria-ria, Desa Pematang dan Hatapang di Kecamatan NA IX-X yang diterjang banjir bandang, Minggu (29/12/2019). Dia memastikan penanganan cepat untuk membantu warga yang sedang tertimpa bencana alam.

Bupati juga mengungkapkan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang melakukan penebangan pohon. Karena pascabanjir bandang, banyak kayu gelondongan yang terbawa arus luapan air. Bahkan tak sedikit kayu yang menutup akses jalan hingga menghantam rumah warga dan menimbulkan kerusakan.

“Memang benar. Saya lihat sendiri banyak kayu gelondongan yang hanyut. Saya pastikan sebagai bupati, walaupun tidak wewenang saya di kehutanan. Saya tidak akan membiarkan lagi ada satu batang pun (pohon) dipotong di wilayah Labura, walaupun ada izinnya. Karena ini akibatnya fatal bagi warga,” ujar Khairuddin, Minggu (29/12/2019).

Selain itu, Pemkab Labura akan memantau semua pihak yang melakukan aktivitas penebangan pohon. Baik operasional yang berizin maupun pembalakan liar.

“Bener-benar kami pantau. Sampai kepala dusun akan kami minta pertanggungjawaban. Jangan sampai ada lagi pohon yang dipotong,” katanya.

Diketahui banjir bandang melanda dua desa di Kecamatan NA IX-X, Labura. Data BPBD Sumut, bencana ini mengakibatkan sembilan rumah hanyut, 17 rusak berat dan satu jembatan besar di jalan kabupaten hancur.

Luapan banjir dari aliran sungai ini juga mengakibatkan tanah longsor sepanjang 100 meter dengan kedalaman 5 meter serta merusak lahan pertanian seluas 15 hektare. Selain itu, lima orang warga yang merupakan satu keluarga dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut.


Editor : Donald Karouw