get app
inews
Aa Text
Read Next : Kencan dengan Kenalan di Medsos di Hotel Jombang Berujung Tragis, Janda Disekap dan Dirampok

Pelaku Pindah-Pindah Tempat, Polisi Buru Pembunuh PNS di Nias

Kamis, 08 Februari 2018 - 13:18:00 WIB
Pelaku Pindah-Pindah Tempat, Polisi Buru Pembunuh PNS di Nias
Paur Subbag Humas Polres Nias, Bripka Restu El Gulo. (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

NIAS, iNews.id – Kepolisian Resor (Polres) Nias masih memburu pelaku sadis pembunuh oknum pegawai negeri sipil (PNS) bendahara di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan (Disdik), di Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut).  Pelaku YZ yang sudah diketahui identitasnya diduga licin dan pandai berpindah-pindah tempat.

Paur Subbag Humas Polres Nias, Bripka Restu El Gulo mengatakan, petugas sudah membentuk tim untuk melakukan pengejaran. Dari hasil pelacakan, petugas sempat melakukan pengejaran hingga di wilayah Kabupaten Nias Utara. Di sana, petugas menggerebek rumah milik seorang kerabat terduga pelaku. Namun YZ tidak ditemukan di lokasi.

Petugas hanya menemukan satu unit sepeda motor milik pelaku dan dua setelan jaket berlumuran darah. Terdapat juga sapu tangan milik pelaku yang masih ada noda darah.

“Terduga pelaku sempat datang ke rumah yang didatangi petugas untuk berganti baju, kemudian pergi dengan orang yang tidak dikenal. Kami masih menyelidiki dan memburu pelaku,” kata Restu, Kamis (8/2/2018)

Dia menambahkan, saat ini tim masih diintensikan untuk mengungkap keberadaan pelaku. Hasil penyidikan sementara, petugas mengungkap motif penganiyaan berawal dari niat pelaku untuk menguasai uang yang sedang dibawa korban. “Kami juga sudah kerja sama dengan polsek setempat untuk menangkap pelaku,” ujarnya.

Diketahui, kasus penganiayaan yang berujung kematian Amirudin Gulo, berawal saat pelaku YZ, juga rekan sekantor korban ingin menguasai uang yang sedang dibawanya senilai Rp533 juta, Selasa 6 Februari 2018 lalu. Uang itu akan dipergunakan untuk membayar gaji ratusan PNS di UPTD Disdik Hiliduho.

Namun pelaku datang merampok korban dan melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam. Korban sempat mendapatkan perawatan di puskesmas. Namun diduga akibat kehabisan banyak darah, nyawa korban sudah tidak tertolong.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut