Pemerkosaan Siswi SMK oleh 7 Kakak Kelasnya Terungkap karena Korban Sering Emosi

Sindonews, M Andi Yusri ยท Rabu, 01 April 2020 - 14:15:00 WIB
Pemerkosaan Siswi SMK oleh 7 Kakak Kelasnya Terungkap karena Korban Sering Emosi
Ilustrasi korban pemerkosaan. (Foto: AFP)

DELISERDANG, iNews.id - Pemerkosaan seorang siswi kelas X salah satu SMK swasta di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), yang dilakukan beramai-ramai oleh tujuh orang kakak kelasnya, terungkap setelah hampir tiga bulan lalu terjadi. Kejadian mengerikan itu membuat korban mengalami trauma dan menolak bersekolah.

Ayah korban, MI mengatakan, pemerkosaan yang dialami putrinya DI (16), baru terbongkar Senin lalu (30/3/2020). Berawal dari kecurigaan orang tuanya pada perilaku DI yang belakangan banyak berubah. Dia sering marah-marah dan gampang emosi.

“Terbongkarnya kemarin. Dia ini (DI) di rumah bawaannya emosi saja. Sering marah-marah. Dia gak pernah cerita sama kami,” ujar MI, Selasa (31/3/2020).

Karena curiga ada kejadian yang membuat sikap D berubah, kakaknya lalu memeriksa telepon selulernya. Mereka pun kaget menemukan banyak pesan dari kakak kelasnya berisi kata-kata ancaman kepada DI.

“Kakaknya bongkar HP dia (korban). Dibacain lah sama kakaknya pengancaman-pengancaman pelaku. Anakku ini gak berani ngomong karena diancam kalau cerita akan disebarkan video-video dia,” ujar MI.

Putrinya pun menceritakan, dirinya telah diperkosa tujuh kakak kelasnya siswa kelas XII. Mirisnya, perbuatan bejat itu dilakukan para pelaku di sekolah tempat mereka menempuh pendidikan dan di sebuah rumah kosong.

Menurut pengakuan DI, kasus pemerkosaan tersebut pertama kali terjadi pada Desember 2019 lalu. Saat itu ada empat orang pelaku yang memperkosa anaknya di dalam ruangan praktik sekolah.

Kejadian yang sama terulang lagi pada bulan Januari 2020. Kali ini, tiga kakak kelasnya yang memerkosa korban. Para pelaku juga mengancam korban agar tidak memberitahukan perbuatan bejat mereka. Jika korban menceritakan kepada orang lain, para kakak kelasnya itu mengancam akan menyebarkan video rekaman saat mereka memerkosa DI.

MI mengatakan, karena pemerkosaan itu, putrinya itu akhir-akhir ini sempat tidak mau sekolah lagi. Bahkan, DI sempat kabur dari rumah selama empat hari hingga orang tuanya membuat laporan orang hilang ke Polsek Tanjung Morawa.

“Karena empat hari juga dia gak di rumah. Kami cariin barulah dia pulang. Ternyata dia kabur ke rumah temannya,” ujarnya.

Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polresta Deliserdang. Korban berinisial DI (16), bersama orang tuanya didampingi perwakilan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang membuat laporan ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Deliserdang, Selasa (31/3/2020). Laporan korban teregistrasi Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) No.155/III/2020/RESTA DS, tanggal 31 Maret 2020.

Ibu korban N, mengatakan, mereka tidak terima putri mereka diperlakukan seperti itu. Mereka berharap polisi segera memproses kasus ini dan menghukum para pelaku seberat-beratnya.

“Kami enggak terima anak kami diperlakukan seperti ini. Kami minta supaya para pelaku bisa dihukum seberat-beratnya,” ujar N kepada wartawan, usai membuat laporan di Polresta Deliserdang.

Editor : Maria Christina