Pengakuan Keluarga yang Kerabatnya Dikerangkeng di Rumah Bupati Langkat

Erwin Syahputra Nasution ยท Rabu, 26 Januari 2022 - 13:07:00 WIB
Pengakuan Keluarga yang Kerabatnya Dikerangkeng di Rumah Bupati Langkat
S Sembiring salah satu kerabat korban pencandu narkoba yang sembuh usai direhabilitasi narkoba di kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat. (Foto: iNews/Erwin Syahputra Nasution)

LANGKAT, iNews.id - Kerangkeng manusia yang ditemukan di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana menggegerkan publik. Belakangan, lokasi tersebut diklaim menjadi lokasi rehabilitasi para pecandu narkoba di Kabupaten Langkat. 

Salah seorang warga bernama S Sembiring mengaku sangat terbantu dengan keberadaan kerangkeng yang menjadi lokasi rehabilitasi para pecandu narkoba tersebut. Dia memastikan lokasi tersebut bukan tempat perbudakan para pekerja perkebunan kelapa sawit milik Terbit Rencana Perangin-angin. 

"Itu (perbudakan) tidak ada. Saya sudah merasakan bagaimana anak saya korban narkoba di sini sembuhnya," kata S Sembiring, Rabu (26/1/2022). 

Dia mengaku sangat bersyukur dengan keberadaan lokasi pembinaan pecandu narkoba di Desa Raja Tengah, Kabupaten Langkat tersebut. Korban narkoba yang menjalani rehabilitasi di lokasi tersebut tidak dipungut biaya sama sekali. 

"Karena itu kami warga di sini memohon agar lokasi rehabilitasi ini dibuka kembali," ucapnya. 

Warga juga berharap agar lokasi tersebut ke depan diberikan izin operasional oleh pemerintah. Langkah ini untuk mencegah beredar isu yang tidak benar seperti saat ini. 

Sebelumnya, Polda Sumatera Utara membentuk tim gabungan yang terdiri atas Direktorat Kriminal Umum, Direktorat Narkoba, Intelijen dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait guna mendalami informasi terkait temuan tempat binaan di rumah bekas bupati Langkat.

Dari hasil temuan sementara, tempat binaan tersebut berada di lahan seluas satu hektare, terdapat dua bangunan dengan ukuran 6x6 meter persegi yang terbagi dua kamar. Antar kamar dibatasi dengan jeruji besi selayaknya bangunan sel. Ruang itu berkapasitas lebih dari 30 orang.

“Setelah ditelusuri bahwa bangunan tersebut telah dibuat sejak 2012, atas inisiatif bupati dan belum terdaftar dan belum memiliki izin sebagaimana diatur dalam undang-undang,” kata Ramadhan.

Berdasarkan keterangan dari penjaga bangunan, didapati bahwa tempat itu digunakan untuk orang-orang yang kecanduan narkoba dan pembinaan kenakalan remaja. Para penghuni tempat tersebut diserahkan keluarga kepada pengelola untuk dibina, dimana orang-orang yang dibina menyeratakan surat pernyataan dari pihak keluarga yang bersedia dibina.

Editor : Stepanus Purba_block

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: