Perburuan Masih Terjadi, Orangutan di Ambang Kepunahan

Stepanus Purba ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 15:15 WIB
Perburuan Masih Terjadi, Orangutan di Ambang Kepunahan
Dua anak orangutan yang diselamatkan BBTNGL dari perdagangan satwa ilegal di Langkat, Sumut. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.idOrangutan menjadi satu di antara satwa liar dilindungi yang keberadaannya di ambang kepunahan. Hal ini terjadi karena masih adanya perburuan terhadap mereka untuk diperdagangkan.

Direktur Yayasan Orang Utan Lestari, Panut Hadisiswoyo mengatakan, setiap tahun mereka menyita 15 individu orangutan yang dipelihara masyarakat maupun hasil perburuan. Perburuan satwa dilindungi ini harus dihentikan. Karena sekecil apapun perburuan terhadap orangutan akan mengganggu populasinya.

BACA JUGA: BBTNGL Selamatkan 2 Anak Orangutan dari Perdagangan Satwa Dilindungi di Langkat Sumut

"Ini harus menjadi perhatian kita semua. Karena untuk mengambil bayi orangutan ini harus dengan melukai dan membunuh induknya. Ini menjadi kerugian berganda karena ketika mendapat dua bayi orangutan, maka ada dua induk yang dibunuh," ujar Panut, Jumat (10/1/2020).

Panut berharap peran seluruh pihak, baik dari pemerintah, penegak hukum dan masyarakat dalam upaya pencegahan perburuan terhadap satwa. Penegakan hukum disebutnya menjadi langkah tepat untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

"Saya melihat ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk benar-benar menjaga satwa, khusunya orangutan," katanya.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) mengungkap perdagangan ilegal dua anak orangutan melalui media sosial (medsos). Satwa dilindungi ini dijual terduga pelaku bernama Riswansyah alias Iwan Gondrong (39) warga Dusun Kwala Nibung, Desa Pula Rambung, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.


Editor : Donald Karouw