Perempuan Korban Pembunuhan dalam Kamar Kos di Medan Ternyata Janda Muda 1 Anak

Adi Palapa Harahap ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 19:50 WIB
Perempuan Korban Pembunuhan dalam Kamar Kos di Medan Ternyata Janda Muda 1 Anak
Foto semasa hidup Alung Harahap alias Bian yang menjadi korban pembunuhan dalam kamar kos di Medan, Sumut. (Foto: iNews/Adi Palapa Harahap)

MEDAN, iNews.id – Kasus penemuan mayat perempuan diduga korban pembunuhan dalam kamar kos di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, menunjukkan titik terang. Selain telah mengantongi identitas terduga pelaku, fakta baru juga terungkap jika korban merupakan seorang janda.

Identitas korban diketahui bernama Alung Harahap, warga Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Janda muda berusia 25 tahun yang tewas ditusuk pisau cutter ini telah memiliki seorang anak.

Pengakuan tetangga, korban baru sekitar sebulan menempati kamar kos tersebut. Orangnya dikenal baik, ramah dan cepat akrab.

BACA JUGA: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Wanita di Kamar Kos

“Kami biasa memanggilnya Bian. Pengakuannya kepada kami saat tinggal di sini, dia seorang janda dengan anak satu,” ujar Ketrin, Kamis (5/12/2019).

Bahkan Ketrin mengaku berjumpa dengan korban sehari sebelum ditemukan tewas. Saat itu, dia datang berbelanja ke warung yang ada di bagian depan tempat kos tersebut.

“Sempat ketemu sehari sebelumnya lagi belanja. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan,” katanya.

Saat ini, Jenazah korban yang sebelumnya berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara sudah selesai diautopsi dan telah diserahkan polisi ke anggota keluarga untuk dimakamkan.

BACA JUGA: Ini Identitas Perempuan yang Tewas dengan Luka Tusuk Cutter di Kamar Kos di Medan Helvetia

Polisi juga telah olah TKP serta memeriksa beberapa saksi teman kos korban. Selain itu mengambil rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi untuk menguatkan alat bukti.

Hasil penyelidikan telah mengarah kepada terduga pelaku yang sudah dikantongi indentitasnya. Pengejaran masih dilakukan untuk menangkap pelaku dan mengungkap motif pembunuhan keji tersebut.


Editor : Donald Karouw