Persoalan Utang dan Asmara Sesama Jenis PNS Nias Utara Berujung Maut

Iman Jaya Lase ยท Kamis, 17 Mei 2018 - 11:57:00 WIB
Persoalan Utang dan Asmara Sesama Jenis PNS Nias Utara Berujung Maut
Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan saat gelar perkara kasus pembunuhan. (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

GUNUNGSITOLI, iNews.idPersoalan utang piutang dan asmara pasangan sesama jenis di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut), berujung maut. Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Pemkab Nias Utara berinisial AH, menghabisi nyawa pasangannya BM, setelah ditagih cicilan pembayaran kredit ponsel.

Informasi yang dihimpun iNews, peristiwa pembunuhan itu berawal saat korban BM mendatangi rumah tersangka AH untuk menagih sisa cicilan ponsel yang dibelinya. Saat itu, tersangka AH tidak memiliki uang untuk membayar utang kreditnya. Korban BM pun memberi dispensasi agar tersangka bisa menunda pembayaran cicilan, namun dia meminta imbalan dengan mengajak tersangka untuk berhubungan badan. Keduanya diketahui sudah menjalin hubungan sesama jenis sejak dua bulan terakhir.

Tersangka menyetujui tawaran itu dan mengajak korban ke samping rumahnya. Tak berselang lama, tersangka meminta izin untuk ke belakang mengambil minuman. Di situ tersangka melihat pisau dapur dan langsung menyelipkan di kantong celananya.

Tersangka kembali menemui korban dan mencumbunya. Saat korban lengah, tersangka AH langsung menggorok leher korban. Keduanya sempat bergumul hingga akhirnya BM tak bergerak. Tersangka kemudian meminta bantuan adiknya untuk membawa mayat korban dan menguburkannya di tepi pantai, tak jauh dari rumah mereka.

“Pembunuhan ini berawal dari asmara pasangan sesama jenis dan persoalan utang. Tersangka bersama dengan adiknya menguburkan mayat di pinggir pantai,” Kata Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, Rabu (16/5/2018).

Deni melanjutkan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka AH dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 atau Pasal 365 dengan ancaman pidana terberat hingga hukuman mati. Sementara adik tersangka yang ikut membantu menguburkan mayat korban masih berstatus saksi dan belum dilakukan penahanan.


Editor : Donald Karouw