Polisi Reka Ulang Pembunuhan Hakim PN Medan, dari Kafe hingga Lokasi Pembuangan Mayat

Stepanus Purba ยท Senin, 13 Januari 2020 - 10:48 WIB
Polisi Reka Ulang Pembunuhan Hakim PN Medan, dari Kafe hingga Lokasi Pembuangan Mayat
Kafe yang menjadi lokasi ketiga tersangka merencanakan pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Penyidik Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) unit Jatanras Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Polrestabes Medan menggelar rekonstruksi pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin, Senin (13/1/2020). Reka ulang ini untuk mengungkap kronologi lengkap kasus pembunuhan yang telah menyita perhatian publik tersebut.

Informasi yang dirangkum iNews.id, rekonstruksi ini akan dilakukan pada tiga lokasi. Berawal dari Kafe Coffe Town di Jalan Ngumban Surbakti yang menjadi tempat ketiga tersangka berkumpul untuk merencanakan pembunuhan.

Selanjutnya lokasi kedua, kediaman rumah korban di Perumahan Royal Monaco, Medan Johor yang menjadi tempat eksekusi. Dan terakhir, jurang di kawasan kebun sawit wilayah Kutalimbaru, Deliserdang, yang menjadi lokasi kedua tersangka membuang mayat korban.

BACA JUGA: Begini Pengakuan Anak Hakim PN Medan saat Tahu Ayahnya Dibunuh Ibu Tiri

Saat ini awak media dan sejumlah penyidik sudah berada di Kafe Coffe Town untuk proses rekontruksi awal. Reka ulang dimulai pukul 10.00 WIB dan masih berlangsung sampai saat ini.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir membenarkan penyidik sedang rekontruksi kasus pembunuhan hakim PN Medan untuk kepentingan berkas penyidikan.

"Benar. Hari ini kami gelar rekonstruksi pembunuhannya," ujarnya singkat, Senin (13/1/2020).

BACA JUGA: Pembunuh Hakim PN Medan Ternyata Pernah Nyaleg dari Partai Hanura

Sebelumnya, tim gabungan Polda Sumut dan Satreskrim Polrestabes Medan mengungkap kasus pembunuhan dengan korban Jamaluddin, seorang hakim PN Medan. Mayat korban ditemukan dalam mobil Toyota Prado BK 77 HD di jurang areal kebun sawit Dusun II Desa Suka Dame Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Jumat (29/11/2019) silam.

Dalam pengungkapan, polisi menangkap tiga pelaku yang telah ditetapkan tersangka. Yakni istri korban, Zuraida Hanum (41)  yang berperan sebagai otak pembunuhan, kemudian M Jefri Pratama (42) dan  M Reza Fahlevi (29) sebagai eksekutor.


Editor : Donald Karouw