Polisi Tetapkan 20 Tersangka Demo Ricuh di Madina, Aktor Intelektual Masih Diburu

Stepanus Purba ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 15:00 WIB
Polisi Tetapkan 20 Tersangka Demo Ricuh di Madina, Aktor Intelektual Masih Diburu
Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin saat memberikan keterangan pers terkait kerusuhan di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Madina di Mapolda Sumut, Rabu (8/7/2020). (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id - Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Polres Mandailing Natal (Madina) menetapkan sebanyak 20 orang tersangka dalam demonstrasi BLT yang berakhir ricuh di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Madina. Sebanyak 18 orang tersangka diproses di Polda Sumut, sedangkan 2 orang lainnya masih di Polres Madina.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan seluruh tersangka merupakan orang yang terlibat dalam perusakan dan pembakaran mobil dinas Wakapolres Madina dan satu sepeda motor.

"18 orang dibawa proses ke Polda Sumut, dua di proses di Polres Madina. 20 orang ini diduga pelaku pembakaran satu mobil dinas wakapolres terbakar hangus, satu lagi milik sipil dan satu sepeda motor," kata Martuani, Rabu (8/7/2020).

Dari 18 orang tersangka yang dibawa ke Polda Sumut, Martuani mengatakan satu di antaranya seorang wanita. Wanita tersebut memiliki peran yang cukup vital yakni merencanakan aksi unjuk rasa.

"Tersangka wanita ikut berperan dan merencanakan seluruh aksi unjuk rasa," kata Martuani.

Kapolda menambahkan, untuk para pelaku yang diamankan, masing-masing akan dijerat pasal yang berbeda sesuai dengan bukti yang ada. Tersangka pembakaran akan dijerat dengan Pasal 187 dengan ancaman 12 tahun penjara. Pelaku perusakan dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara.

"Sedangkan tersangka penghasutan kita sangkakan pasal 160 KUHPidana," kata Martuani.

Untuk motif kerusuhan, lanjut Irjen Martuani Sormin, diduga aktor intelektual ingin mendapatkan keuntungan dari dana desa.

"Modusnya untuk mendapat keuntungan. Di mana aktor mendapat 30 persen dari dana desa. Jatahnya, kalau kades tidak memenuhi 30 persen, dia (aktor) akan unjuk rasa," ucapnya.

Dalam hal ini, Polda Sumut juga masih memburu seorang pelaku berinisial RS yang berperan sebagai aktor intelektual.

"Untuk aktor intelektual tinggal satu lagi yang belum ketangkap dengan inisial RS," katanya.


Editor : Stepanus Purba