Polsek Patumbak Ringkus 2 Orang Pembuang Bangkai Babi

Stepanus Purba ยท Jumat, 29 November 2019 - 20:24 WIB
Polsek Patumbak Ringkus 2 Orang Pembuang Bangkai Babi
Warga saat membersihkan bangkai babi di seputaran Danau Siombak beberapa waktu lalu (Foto : iNews/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Tim Pegasus dari Polsek Patumbak berhasil meringkus dua orang yang hendak membuang bangkai babi di Jalan Pertahanan Dusun V, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Pelaku mengaku sudah dua kali membuang bangkai babi.

Biliater Pangaribuan (67) dan Herberth Siregar (28) ditangkap polisi, Senin (25/11/2019) malam. Keduanya merupakan warga Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi mengatakan penangkapan keduanya bermula dari informasi dari masyarakat terkait adanya warga yang akan membuang bangkai babi. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui telah dua kali membuang bangkai babi ke Sungai Asahan.

Pertama, pelaku membuang satu ekor bangkai induk babi yang sudah dipotong-potong. Namun potongan tersebut dimasukkan dalam plastik dan dibuang ke aliran sungai.

Kedua, mereka membuang satu ekor bangkai babi yang masih kecil atau anaknya yang dimasukkan ke dalam plastik.

Usai ditangkap, petugas membawa keduanya untuk menunjukkan lokasi pembuangan. Sayangnya bangkai babi yang mereka buang sudah tidak ditemukan lagi.

“Diduga sudah terbawa arus air sungai yang mengalir deras,” kata Ginanjar, Jumat (29/11/2019).

Selain mengamankan keduanya, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu unit becak motor, satu buah parang, tiga buah ember, satu buah talenan kayu. Kasus pembuangan bangkai babi ini tengah diselidiki lebih lanjut oleh polisi.

Ginanjar mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai babi ke sungai atau ke jalan. Selain itu jika ada warga yang melihat hal tersebut, agar segera melapor ke polisi dan petugas kecamatan.

"Kalau ada masyarakat yang melihat, segera melaporkan kepada kita dan kita akan menguburnya," katanya.


Editor : Umaya Khusniah