Ratusan Bangkai Babi Mengambang di Danau Siombak Medan, Warga Keluhkan Gatal-Gatal

Stepanus Purba ยท Senin, 11 November 2019 - 15:56 WIB
Ratusan Bangkai Babi Mengambang di Danau Siombak Medan, Warga Keluhkan Gatal-Gatal
Pencari ikan dan kupang di Danau Siombak, Medan, Sumatera Utara. (Foto: iNews/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Warga di sekitar Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kabupaten Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara mulai terserang penyakit kulit seperti gatal-gatal. Selain itu, penjualan ikan hasil dari danau ini juga menurun tajam.

Menurut salah satu warga, Adi, dirinya mulai terserang gatal-gatal di bagian kaki dan tangan, pascabanyak bangkai babi yang mengambang di danau. Padahal sebelumnya, Adi yang sehari–hari bekerja mencari kupang, sejenis kerang kecil dan ikan tidak pernah mengalami penyakit ini.

“Sejak ada babi, sudah mulai gatal-gatal di bagian tangan dan kaki berupa bentol-bentol," kata Adi, Senin (11/11/2019). Dia mengaku sudah memeriksakannya ke puskesmas setempat, dan didiagnosa menderita alergi.

Selain itu, ikan hasil tangkapan Adi juga susah laku saat dijual ke pasar. Banyak pembeli tidak mau makan ikan yang ditangkap dari Danau Siombak. “Padahal ikan di sini terkenal sangat enak,” katanya.

Sebelumnya, ratusan bangkai babi kembali ditemukan mengambang di Danau Siombak Senin (11/11/2019). Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap mengatakan, setidaknya sudah ada 106 bangkai babi dievakuasi dari Sungai Bederah dan Danau Siombak untuk selanjutnya dikuburkan.

Bangkai-bangkai babi ini dibuang masyarakat ke Sungai Bederah dan hanyut dibawa ke Danau Siombak yang merupakan hilir sungai.

Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara juga sudah mengambil sampel air dari Sungai Bederah dan Danau Siombak untuk diteliti tingkat pencemaran yang diakibatkan oleh bangkai-bangkai babi tersebut.


Editor : Umaya Khusniah