Ratusan Pengungsi di Medan Demo UNHCR, Desak Segera Dikirim ke Negara Ketiga

Stepanus Purba · Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:01 WIB
Ratusan Pengungsi di Medan Demo UNHCR, Desak Segera Dikirim ke Negara Ketiga
Sejumlah pengungsi dari berbagai negara konflik berdemonstrasi di depan Kantor perwakilan UNHCR di Medan, Sumut, Kamis (22/8/2019). (Foto: IST)

MEDAN, iNews.id – Ratusan pengungsi dari berbagai negara konflik berdemonstrasi di depan Kantor Perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Medan, Jalan Iman Bonjol, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (22/8/2019). Para pencari suaka ini mendesak komisi tinggi PBB untuk pengungsi itu memperhatikan nasib mereka yang sudah bertahun-tahun di Indonesia.

Salah seorang pengungsi dari Iran, Farhan (37), mengungkapkan dirinya bersama dengan sejumlah teman-temannya sudah berada di pengungsian selama kurang lebih tujuh tahun. Farhan berharap UNHCR segera memberikan solusi kepada mereka yang sejak lama berharap dikirimkan ke negara ketiga.

“Kami ini butuh keadilan dan kesetaraan. Kami ingin dipindahkan ke negara yang betul-betul aman dan menjamin keselamatan kami,” kata Farhan.


Tak hanya itu, para pengungsi juga mengungkapkan nasib mereka saat ini yang semakin tidak jelas dengan kondisi keuangan yang sangat tidak cukup. Dari uang Rp1.250.000 yang seharusnya mereka peroleh dari UNHCR setiap bulan untuk satu orang dewasa, mereka hanya menerima sebesar Rp 250.000 karena ada sejumlah pemotongan.

Setiap bulan, mereka mengaku hanya menerima Rp250.000. Dengan jumlah itu, tidak akan dapat memenuhi kebutuhan para pengungsi. “Saat ini ada 70 persen pengungsi yang mengalami stres dan tertekan kejiwaannya karena tidak sanggup menahan penderitaan di pengungsian,” kata Farhan.

Farhan juga mengungkapkan, saat ini sejumlah negara sudah ditunjuk untuk menerima para pengungsi seperti Kanada, Australia, dan Selandia Baru. “Kalau tidak ada keputusan ke mana kami dipindahkan, kami akan menggelar demonstrasi lagi besok,” ucap Farhan.

Aksi demonstrasi ini berlangsung dengan tertib dan di bawah penjagaan ketat personel kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, tampak belum ada pejabat dari UNHCR yang menemui massa untuk menjawab tuntutan mereka.


Editor : Maria Christina