Rekontruksi Tahap Kedua Pembunuhan Hakim Jamaluddin Akan Digelar di 3 Tempat

Stepanus Purba ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 15:59 WIB
Rekontruksi Tahap Kedua Pembunuhan Hakim Jamaluddin Akan Digelar di 3 Tempat
Rekonstruksi pertama pembunuhan Hakim Jamaluddin (Foto: iNews/ Stephanus)

MEDAN,iNews.id - Polda Sumatera Utara bersama dengan Polrestabes Medan akan kembali menggelar rekontruksi tahap kedua kasus pembunuhan Jamaluddin, Kamis (16/1/2020). Proses rekontruksi ini akan digelar di tiga tempat berbeda.

"Rekontruksi pada Kamis (16/1/2020) sekitar pukul 09.00 WIB. Untuk lokasi ada tiga yakni, Pasar Johor, rumah korban hingga lokasi pembuangan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (15/1/2020).

Dalam reka adegan ini, polisi akan kembali menghadirkan ketiga tersangka dalam proses rekontruksi. Proses rekonstruksi digelar untuk mengetahui secara jelas cara pelaku membunuh korbannya.

"Akan dihadirkan," ucap Tatan.

BACA JUGA:

Terungkap, Istri Hakim PN Medan Ternyata Berencana Menikah dengan Salah Satu Eksekutor

Polisi Reka Ulang Pembunuhan Hakim PN Medan, dari Kafe hingga Lokasi Pembuangan Mayat

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, dalam rekonstruksi tahap pertama digelar hanya untuk tahap perencanaan saja (tahap pertama). Dimana dalam rekonstruksi ini terdapat 15 adegan, yang terdiri dari 5 lokasi berbeda.

Adapun rekonstruksi tersebut, berawal dari curhatan ZH kepada JP prihal masalah rumah tangganya dan niatan untuk membunuh Jamaluddin di cafe Jalan Ringroad. Kemudian rekonstruksi dilanjutkan pertemuan keduanya dengan RF Di Simpang Selayang yang dilanjutkan dengan membahas aksi pembunuhan di Coffee Town Jalan Ngumban Surbakti, dimana kedua eksekutor dijanjikan umroh oleh korban dan uang Rp100 juta.

Tak sampai disitu, rekonstruksi juga dilanjutkan dengan membeli peralatan yang akan digunakan untuk membunuh korban di kawasan Pajak Melati. Sebelumnya ZH telah memberikan RF uang Rp 2 juta untuk membeli perlengkapan tersebut.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq