Satgas Covid-19 Mebidang Diserang Preman saat Razia Markas Judi

Henri Sianturi ยท Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:47:00 WIB
Satgas Covid-19 Mebidang Diserang Preman saat Razia Markas Judi
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau markas judi tempat Satgas Covid-19 Mebidang diserang preman (Foto : Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang) diserang kelompok preman diduga suruhan bandar judi. Penyerangan ini terjadi saat petugas melakukan razia protokol kesehatan di markas perjudian di Komplek Brayan Trade Center (BTC) Jalan Veteran, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (22/10/2020) dini hari.

Akibat penyerangan itu, dua orang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengalami luka - luka. Selain itu, tiga unit mobil Satgas juga dirusak. Para pelaku kemudian melarikan diri setelah melakukan penyerangan terhadap petugas  Satgas Covid-19 Mebidang.

Mendapatkan laporan bawahannya mendapatkan penyerangan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi langsung turun ke lokasi kejadian. Mantan Pangkostrad ini merasa kecewa dan meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penyerangan terhadap bawahannya yang gencar melancarkan razia.

"Saya membentuk Satgas untuk menertibkan dan mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Termasuk memerintahkan bawahan merazia lokasi keramaian yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Razia ini demi kebaikan bersama dan bukan untuk mengambil uang," ujar Edy Rahmayadi, Kamis (22/10/2020).

Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini mengungkapkan, razia protokol kesehatan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Mebidang, dilakukan di berbagai kawasan dan tempat yang selalu mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Termasuk di lokasi penyerangan yang ternyata sebagai markas judi dingdong dan tembak ikan.

"Bila dilihat dari lokasinya memang mendukung dijadikan tempat perjudian. Saya minta aparat kepolisian untuk mengusutnya sampai tuntas. Razia oleh Satgas juga sangat beralasan. Saya lihat di sekitar sini, masyarakatnya malah kebanyakan tidak menggunakan masker. Ini tidak bisa dibenarkan. Kasihan masyarakat kalau terpapar," katanya. 

Berdasarkan laporan masyarakat, rumah toko (Ruko) yang dijadikan sebagai tempat permainan judi dingdong dan tembak ikan di Komplek BTC ini sudah lama beroperasi. Lokasi itu judi ramai dikunjungi orang dari luar kawasan itu. Bahkan, tidak sedikit orang yang memiliki postur tubuh tegap dan berambut cepak masuk ke lokasi judi itu.

Hermansyah (49), salah seorang warga sekitar menyampaikan, keberadaan lokasi perjudian itu, sudah bukan menjadi rahasia umum bagi masyarakat sekitar. Namun, masyarakat sekitar tidak berani melakukan protes karena mengkhawatirkan keselamatan keluarganya. Masyarakat takut diteror oleh kelompok bayaran bandar judi. 

"Sebenarnya, dengan adanya penyerangan terhadap Satgas Covid-19 di lokasi perjudian ini, menguntungkan bagi masyarakat. Biar semua orang mengetahui bahwa lokasi yang dirazia dan tempat penyerangan ini adalah markas perjudian. Kita mendukung aparat untuk menutup perjudian itu," kata Hermansyah.


Editor : InewsTv Henri